setiap manusia mempunyai perkembangan
fisik yang sama, mulai dari kandungan, lalu
setelah lahir menjadi bayi, Balita, anak-anak,
lalu remaja dan semakin lama menjadi tua.
Tetapi tidak menjamin orang sudah tua lantas
menjadi dewasa.
Kesewasaan itu mempunyai ukuran tertertu.
seperti : dapat membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk, sudah bisa
mempersiapkan hal-hal yang akan terjadi
dimasa yang akan datang, kalau dia tidak
mempersiapkan dirinya untuk lebih baik di
masa sekarang. paling penting adalah orang
dewasa adalah orang yang sadar kalau dirinya
tidak lagi anak-anak yang selalu merengek,
mengeluh, tidak menerima kenyataan, dll.
Biasanya pengalaman menjadi hal penentu
seseorang manjadi dewasa. dia banyak belajar
dari kesalahan yang sudah diperbuatnya,
walaupun dia pernah mendengar cerita,
melihat pengalaman orang lain, tetapi tidak
sebanding dengan apa yang telah ia rasakan
sendiri.
apakah kita merasa belum dewasa selama ini,
ataupun memang sudah ada kesadaran
pemikiran kedewasaan selama ini dari diri kita.
mari kita rasakan diri kita, rasakan lingkungan
kita, rasakan waktu yang telah memakan usia
kita.
pada intinya sadar dan dapat memposisikan
diri kita
Minggu, 19 Juni 2011
Habit is power
Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup
seorang panglima perang yang terkenal karena
memiliki keahlian memanah yang tiada
tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin
memperlihatkan keahliannya memanah
kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada
prajurit bawahannya agar menyiapkan papan
sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, kemudian Sang
Panglima memasuki lapangan dengan penuh
percaya diri, lengkap dengan perangkat
memanah di tangannya.
Panglima mulai menarik busur dan melepas
satu persatu anak panah itu ke arah sasaran.
Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan
anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa!
Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak
panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan,
panglima berucap, “Rakyatku, lihatlah
panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku
tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat
kalian ?”
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh
banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual
minyak menyelutuk, “Panglima memang
hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat
dari kebiasaan yang terlatih. ”
Sontak panglima dan seluruh yang hadir
memandang dengan tercengang dan
bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang
tua penjual minyak itu. Tukang minyak
menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil
beranjak dari tempatnya, dia mengambil
sebuah uang koin Tiongkok kuno yang
berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di
atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak
mengambil gayung penuh berisi minyak, dan
kemudian menuangkan dari atas melalui
lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol
guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes
pun minyak yang mengenai permukaan koin
tersebut!
Panglima dan rakyat tercengang. Merela
bersorak sorai menyaksikan demonstrasi
keahlian si penjual minyak. Dengan penuh
kerendahan hati, tukang minyak
membungkukkan badan menghormat di
hadapan panglima sambil mengucapkan
kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang
didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan
yang diulang terus menerus akan melahirkan
keahlian. ”
Hikmah:
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu
hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan
kebiasaan. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat
membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah
dan apa yang tidak mungkin menjadi
mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan
dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter
sukses. Dan karakter sukses hanya bisa
dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti
berpikir positif, antusias, optimis, disiplin,
integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.
Mari kita siap melatih, memelihara, dan
mengembangkan kebiasaan berpikir sukses
dan bermental sukses secara
berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses
yang telah terbentuk akan membawa kita pada
puncak kesuksesan di setiap perjuangan
kehidupan kita.
Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus
menerus, akan melahirkan keahlian!
seorang panglima perang yang terkenal karena
memiliki keahlian memanah yang tiada
tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin
memperlihatkan keahliannya memanah
kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada
prajurit bawahannya agar menyiapkan papan
sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, kemudian Sang
Panglima memasuki lapangan dengan penuh
percaya diri, lengkap dengan perangkat
memanah di tangannya.
Panglima mulai menarik busur dan melepas
satu persatu anak panah itu ke arah sasaran.
Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan
anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa!
Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak
panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan,
panglima berucap, “Rakyatku, lihatlah
panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku
tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat
kalian ?”
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh
banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual
minyak menyelutuk, “Panglima memang
hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat
dari kebiasaan yang terlatih. ”
Sontak panglima dan seluruh yang hadir
memandang dengan tercengang dan
bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang
tua penjual minyak itu. Tukang minyak
menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil
beranjak dari tempatnya, dia mengambil
sebuah uang koin Tiongkok kuno yang
berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di
atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak
mengambil gayung penuh berisi minyak, dan
kemudian menuangkan dari atas melalui
lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol
guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes
pun minyak yang mengenai permukaan koin
tersebut!
Panglima dan rakyat tercengang. Merela
bersorak sorai menyaksikan demonstrasi
keahlian si penjual minyak. Dengan penuh
kerendahan hati, tukang minyak
membungkukkan badan menghormat di
hadapan panglima sambil mengucapkan
kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang
didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan
yang diulang terus menerus akan melahirkan
keahlian. ”
Hikmah:
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu
hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan
kebiasaan. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat
membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah
dan apa yang tidak mungkin menjadi
mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan
dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter
sukses. Dan karakter sukses hanya bisa
dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti
berpikir positif, antusias, optimis, disiplin,
integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.
Mari kita siap melatih, memelihara, dan
mengembangkan kebiasaan berpikir sukses
dan bermental sukses secara
berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses
yang telah terbentuk akan membawa kita pada
puncak kesuksesan di setiap perjuangan
kehidupan kita.
Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus
menerus, akan melahirkan keahlian!
sebuah kisah
Tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia
mengajak saya untuk berbelanja bersamanya
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi
berbelanja bersama dengan orang lain,
meskipun itu ibu saya. Saya bukanlah orang
yang sabar. Tapi, kami putuskan juga
berangkat ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang
menyediakan gaun wanita. Dan ibu saya
mencoba gaun demi gaun dan
mengembalikan semuanya. Seiring hari yang
berlalu, saya mulai lelah, gelisah, dan ibu mulai
frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami
kunjungi, ibu mencoba satu stel gaun biru
yang cantik, terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya.
Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk
kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama
ibu saya dalam ruang ganti pakaian. Biar
semuanya cepat beres. Saya melih at
bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat
talinya.
Ternyata, Tuhan, tangan-tangannya sudah
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi. Dan ibu dia tidak dapat menalikan gaun
itu. Seketika ketidaksabaran saya digantikan
oleh suatu rasa kasihan yang begitu dalam
kepadanya. Dada saya sesak, napas aya
panas. Saya berbalik pergi dan mencoba
menyembunyikan air mata yang keluar tanpa
saya sadari. Saya terisak.
Setelah mendapatkan ketenangan, saya
kembali masuk ke kamar ganti, dan menahan
tangis melihat gemetar tangan ibu,
membantunya mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi
kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa
hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada
saat berada di dalam ruang ganti pakaian
tersebut, dan ter bayang tangan ibu saya yang
sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Tangan yang gemetar.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang
pernah menyuapi saya, memandikan saya,
memakaikan baju, membelai dan memeluk
saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa
untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh hati saya dengan cara yang paling
membekas dalam hati saya. Kemudian pada
sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,
mengambil tangannya, menciumnya. Dan
yang membuatnya terkejut. Saya mengatakan
pada ibu, kedua tangan tersebut adalah tangan
yang paling indah di dunia ini. Saya sangat
bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya
dapat melihat dengan mata baru, betapa
bernilai dan berharganya kasih sayang yang
penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya
hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak
tangan saya dan hati saya akan memiliki
keindahannya tersendiri, keindahan tangan
Ibu.
mengajak saya untuk berbelanja bersamanya
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi
berbelanja bersama dengan orang lain,
meskipun itu ibu saya. Saya bukanlah orang
yang sabar. Tapi, kami putuskan juga
berangkat ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang
menyediakan gaun wanita. Dan ibu saya
mencoba gaun demi gaun dan
mengembalikan semuanya. Seiring hari yang
berlalu, saya mulai lelah, gelisah, dan ibu mulai
frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami
kunjungi, ibu mencoba satu stel gaun biru
yang cantik, terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya.
Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk
kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama
ibu saya dalam ruang ganti pakaian. Biar
semuanya cepat beres. Saya melih at
bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat
talinya.
Ternyata, Tuhan, tangan-tangannya sudah
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi. Dan ibu dia tidak dapat menalikan gaun
itu. Seketika ketidaksabaran saya digantikan
oleh suatu rasa kasihan yang begitu dalam
kepadanya. Dada saya sesak, napas aya
panas. Saya berbalik pergi dan mencoba
menyembunyikan air mata yang keluar tanpa
saya sadari. Saya terisak.
Setelah mendapatkan ketenangan, saya
kembali masuk ke kamar ganti, dan menahan
tangis melihat gemetar tangan ibu,
membantunya mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi
kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa
hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada
saat berada di dalam ruang ganti pakaian
tersebut, dan ter bayang tangan ibu saya yang
sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Tangan yang gemetar.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang
pernah menyuapi saya, memandikan saya,
memakaikan baju, membelai dan memeluk
saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa
untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh hati saya dengan cara yang paling
membekas dalam hati saya. Kemudian pada
sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,
mengambil tangannya, menciumnya. Dan
yang membuatnya terkejut. Saya mengatakan
pada ibu, kedua tangan tersebut adalah tangan
yang paling indah di dunia ini. Saya sangat
bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya
dapat melihat dengan mata baru, betapa
bernilai dan berharganya kasih sayang yang
penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya
hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak
tangan saya dan hati saya akan memiliki
keindahannya tersendiri, keindahan tangan
Ibu.
Melepas 8 hal dalam hidup
1. Melepas tekanan
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi
Anda. Apabila Anda tidak membersihkan
pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap
hari Anda akan menemui banyak kegiatan,
sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.
Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran,
melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda
menyimpan kenangan yang menyakitkan,
Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh
karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan
hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit,
maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk
kebahagiaan.
Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan
Anda.
2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana.
Melatih tersenyum, bukan secara mekanis
memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi
berusaha keras untuk mengubah apa yang
Anda rasakan di dalam. Belajar untuk
menerima kenyataan dengan tenang; belajar
bagaimana mengatakan kepada diri sendiri,
“ Saya akan mengikuti sifat alam.”
Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan
jujur, memandang hidup dengan positif,
melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan
demikian, secercah cahaya akan masuk ke
dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.
Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya
membiarkan diri Anda merasa bahagia.
3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak
semua orang bisa menjadi contoh teladan
yang dikagumi semua orang, namun semua
orang dapat memiliki pikiran yang besar.
Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit
dan kesedihan seseorang; dapat
mengompensasi kekurangan Anda;
memungkinkan Anda untuk melanjutkan
perjalanan hidup tanpa rasa takut dan
membantu menyadari bahwa pikiran Anda
sendiri dapat melampaui gedung pencakar
langit dan gunung tertinggi!
Percaya pada diri sendiri, temukan relung
sendiri dan Anda juga dapat memiliki
kehidupan yang berharga.
4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang.
Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika
Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda
juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda
berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah
ketrampilan.
Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri
sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan
memungkinkan Anda untuk memiliki
kehidupan yang indah.
5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi
yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan
positif. Ganti keacuhan dengan martabat,
kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit
dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan,
kemalasan dengan ketekunan, kerentanan
dengan ketangguhan … selama Anda mau,
Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang
hidup Anda.
Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil
perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya
yang bertanggung jawab. Meskipun tidak
semua mimpi dapat menjadi kenyataan,
mimpi indah dapat membawa keindahan pada
hidup seseorang.
6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh.
Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses.
Mengeluh dan menyerah adalah halangan
yang mencegah datangnya keberhasilan.
Menerima kegagalan dengan tenang adalah
cara cerdas.
Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan,
hanya kerja keras yang bisa membawa
kembali harapan. Emas murni selalu ada
saatnya bersinar.
Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh
orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak
menyenangkan.
Jangan khawatir pada hidup, dan jangan
berpikir bahwa kehidupan memperlakukan
Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya,
Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan
orang lain.
7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda
memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke
tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang.
Kesempatan muncul sekejab dan hanya
kecepatan dan ketegasan yang dapat
menangkapnya.
Mengambil tindakan cepat merupakan salah
satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu
bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat
Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang
baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda
dijamin akan sukses.
Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa
kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda.
Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak
bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul
akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup
Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-
hal tersebut pergi ketika Anda harus
melepasnya, Anda dapat memperoleh
kebahagiaan yang benar-benar milik Anda
dalam hidup ini.
8. Melepas prasangka
Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan
menunjukkan ruang.
Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir
orang lain, Anda benar-benar membuat ruang
bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang
penuh toleransi, manusia dapat memainkan
lagu kehidupan yang harmonis.
Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus
menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika
kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-
tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.
Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-
jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan
dengan diri sendiri, dengan orang lain dan
masyarakat.
Bukan hanya kita yang menginginkan
kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara
kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin
mereka semua merasakan kebahagiaan kita.
Sukacita berbagi kegembiraan melampaui
sukacita dalam memiliki.
Lelah tidaknya Anda tergantung pada persepsi
Anda. Apabila Anda tidak membersihkan
pikiran, maka pikiran akan penuh debu. Setiap
hari Anda akan menemui banyak kegiatan,
sebagian bahagia, sebagian lagi tidak.
Semua peristiwa ini akan menetap di pikiran,
melebur dan mengacaukan pikiran. Bila Anda
menyimpan kenangan yang menyakitkan,
Anda akan merasa sangat tertekan. Oleh
karenanya, bersihkan pikiran Anda, biarkan
hal-hal itu berlalu, singkirkan kenangan pahit,
maka Anda akan memiliki banyak ruang untuk
kebahagiaan.
Ketidakbahagiaan merupakan akar penderitaan
Anda.
2. Melepas kekhawatiran
Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana.
Melatih tersenyum, bukan secara mekanis
memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi
berusaha keras untuk mengubah apa yang
Anda rasakan di dalam. Belajar untuk
menerima kenyataan dengan tenang; belajar
bagaimana mengatakan kepada diri sendiri,
“ Saya akan mengikuti sifat alam.”
Belajar bagaimana menghadapi krisis dengan
jujur, memandang hidup dengan positif,
melihat sisi terang dari segala sesuatu. Dengan
demikian, secercah cahaya akan masuk ke
dalam hati Anda dan menghalau kegelapan.
Kebahagiaan itu sebenarnya sederhana. Hanya
membiarkan diri Anda merasa bahagia.
3. Melepas pikiran ruwet
Hilangkan hal itu dari kamus Anda. Tidak
semua orang bisa menjadi contoh teladan
yang dikagumi semua orang, namun semua
orang dapat memiliki pikiran yang besar.
Pikiran yang besar dapat meredam rasa sakit
dan kesedihan seseorang; dapat
mengompensasi kekurangan Anda;
memungkinkan Anda untuk melanjutkan
perjalanan hidup tanpa rasa takut dan
membantu menyadari bahwa pikiran Anda
sendiri dapat melampaui gedung pencakar
langit dan gunung tertinggi!
Percaya pada diri sendiri, temukan relung
sendiri dan Anda juga dapat memiliki
kehidupan yang berharga.
4. Melepas rasa malas
Kerja keras dapat mengubah hidup seseorang.
Jangan gelap mata, iri pada orang lain. Jika
Anda dapat mencoba keras dan gigih, Anda
juga bisa memilikinya. Karena ketika Anda
berlatih hingga sempurna, itu adalah sebuah
ketrampilan.
Hanya untuk mengingatkan: memperbaiki diri
sendiri, bahagia, sehat, dan bersikap baik, akan
memungkinkan Anda untuk memiliki
kehidupan yang indah.
5. Melepas sikap buruk
Jika ingin berhasil, berusahalah untuk menjadi
yang terbaik. Ganti sikap negatif Anda dengan
positif. Ganti keacuhan dengan martabat,
kemunafikan dengan ketulusan; pikiran sempit
dengan toleransi, depresi dengan kebahagiaan,
kemalasan dengan ketekunan, kerentanan
dengan ketangguhan … selama Anda mau,
Anda akan menjadi yang terbaik sepanjang
hidup Anda.
Tidak ada yang bisa mempengaruhi hasil
perjuangan Anda. Anda adalah satu-satunya
yang bertanggung jawab. Meskipun tidak
semua mimpi dapat menjadi kenyataan,
mimpi indah dapat membawa keindahan pada
hidup seseorang.
6. Melepas keluhan
Lebih baik bekerja keras daripada mengeluh.
Semua kegagalan adalah dasar untuk sukses.
Mengeluh dan menyerah adalah halangan
yang mencegah datangnya keberhasilan.
Menerima kegagalan dengan tenang adalah
cara cerdas.
Mengeluh tidak dapat mengubah kenyataan,
hanya kerja keras yang bisa membawa
kembali harapan. Emas murni selalu ada
saatnya bersinar.
Banyak mukjizat dalam kehidupan dibuat oleh
orang yang lahir dalam lingkungan yang tidak
menyenangkan.
Jangan khawatir pada hidup, dan jangan
berpikir bahwa kehidupan memperlakukan
Anda secara tidak adil. Pada kenyataannya,
Anda diberikan porsi hidup yang sama dengan
orang lain.
7. Melepas keraguan
Mengambil tindakan cepat. Setelah Anda
memutuskan sesuatu, jangan ragu. Majulah ke
tujuan Anda dan jangan menoleh ke belakang.
Kesempatan muncul sekejab dan hanya
kecepatan dan ketegasan yang dapat
menangkapnya.
Mengambil tindakan cepat merupakan salah
satu karakteristik orang sukses. Bila Anda tahu
bahwa ide Anda baik, bertindaklah secepat
Anda bisa, jika Anda melihat peluang yang
baik, tangkaplah. Dengan demikian, Anda
dijamin akan sukses.
Beberapa orang harus Anda lupakan. Beberapa
kejadian baik untuk mengintrospeksi diri Anda.
Beberapa hal harus diurus. Beberapa hal tidak
bisa menunggu, dan sekali keraguan timbul
akan mengakibatkan penyesalan dalam hidup
Anda. Hanya jika Anda dapat membiarkan hal-
hal tersebut pergi ketika Anda harus
melepasnya, Anda dapat memperoleh
kebahagiaan yang benar-benar milik Anda
dalam hidup ini.
8. Melepas prasangka
Ketika pikiran Anda luas, langit dan bumi akan
menunjukkan ruang.
Toleransi adalah kebaikan. Bila Anda menolerir
orang lain, Anda benar-benar membuat ruang
bagi jiwa Anda. Hanya dalam dunia yang
penuh toleransi, manusia dapat memainkan
lagu kehidupan yang harmonis.
Jika tidak menginginkan prasangka, kita harus
menciptakan masyarakat yang toleransi. Jika
kita ingin menghilangkan prasangka, pertama-
tama kita harus menyingkirkan pikiran sempit.
Hanya dengan menyingkirkan prasangka jauh-
jauh, seseorang dapat memiliki keharmonisan
dengan diri sendiri, dengan orang lain dan
masyarakat.
Bukan hanya kita yang menginginkan
kebahagiaan, tetapi juga teman dan saudara
kita, dan bahkan orang asing. Kita ingin
mereka semua merasakan kebahagiaan kita.
Sukacita berbagi kegembiraan melampaui
sukacita dalam memiliki.
Sabtu, 18 Juni 2011
ibu..
Allah mempunyai maksud tertentu ketika
menciptakan manusia, dan maksud
tersebutmenjadi Tugas bagi setiap Manusia
yang dilahirkan di muka bumi. Agar masing-
masing manusia dapat menjalankan tugas
yang diembannya. Allah tidak pernah lupa
untuk memberikan "fasilitas" yang unik kepada
masing-masing Orang yang kemudian
dinamakan "Bakat". Kalau sajasetiap manusia
bisa menemukan "bakat"-nya masing-masing,
berarti bahwa kita bisa menemukan "jalan"
sukses masing-masing. Dan untuk bisa
mendapat tiket masuk ke jalan tersebut,
dibutuhkan "Do'a Ibu", karena Ibu memiliki
kedudukan yang sangat tinggi di mata Allah.
Ingatlah Ibumu disaat kita senang maupun
sedih karena dengan itu kita akan
mendapatkan tiket masuk ke jalan sukses, dan
kita harus bisa menjaga perilaku, dengan cara
memelihara silaturrachmi dengan Orangtua
kita. Amiin.
Kenanglah Ibu yang menyayangimu...
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata
ketika kita pergi...
Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa
selimut demi melihatmu, tidur nyenyak
dengan dua selimut membalut tubuhmu...
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap
lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau
ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika
ia melihatmu terbaring sakit..?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu
menantikan kepulanganmu di rumah tempat
kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf
pada ibumu yang selalu rindu akan
senyumanmu.
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan
duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk
pulang.
Segeralah jenguk ibumu yang berdiri
menantimu di depan pintu bahkan sampai
malampun kian larut.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang
akan kau rindukan di masa datang ketika ibu
telah tiada...
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu
menyambut kita...
Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia...
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada
penghuninya.
Yang ada hanyalah baju yang digantung di
lemari kamarnya.
Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi
untukmu makan...
Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai
larut malam ketika engkau sakit...
Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan
air mata mendo'akanmu di setiap hembusan
nafasnya...
Kembalilah segera...
Peluklah ibu yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu
dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.
Sahabat... berdo'alah untuk kesehatannya dan
rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya.
Jangan biarkan engkau menyesal di masa
datang, kembalilah pada ibu yang selalu
menyayangimu...
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya...
Ibu... maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...
menciptakan manusia, dan maksud
tersebutmenjadi Tugas bagi setiap Manusia
yang dilahirkan di muka bumi. Agar masing-
masing manusia dapat menjalankan tugas
yang diembannya. Allah tidak pernah lupa
untuk memberikan "fasilitas" yang unik kepada
masing-masing Orang yang kemudian
dinamakan "Bakat". Kalau sajasetiap manusia
bisa menemukan "bakat"-nya masing-masing,
berarti bahwa kita bisa menemukan "jalan"
sukses masing-masing. Dan untuk bisa
mendapat tiket masuk ke jalan tersebut,
dibutuhkan "Do'a Ibu", karena Ibu memiliki
kedudukan yang sangat tinggi di mata Allah.
Ingatlah Ibumu disaat kita senang maupun
sedih karena dengan itu kita akan
mendapatkan tiket masuk ke jalan sukses, dan
kita harus bisa menjaga perilaku, dengan cara
memelihara silaturrachmi dengan Orangtua
kita. Amiin.
Kenanglah Ibu yang menyayangimu...
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata
ketika kita pergi...
Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa
selimut demi melihatmu, tidur nyenyak
dengan dua selimut membalut tubuhmu...
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap
lembut kepalamu..? Dan ingatkah engkau
ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika
ia melihatmu terbaring sakit..?
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu
menantikan kepulanganmu di rumah tempat
kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf
pada ibumu yang selalu rindu akan
senyumanmu.
Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan
duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk
pulang.
Segeralah jenguk ibumu yang berdiri
menantimu di depan pintu bahkan sampai
malampun kian larut.
Jangan biarkan engkau kehilangan saat yang
akan kau rindukan di masa datang ketika ibu
telah tiada...
Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu
menyambut kita...
Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia...
Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada
penghuninya.
Yang ada hanyalah baju yang digantung di
lemari kamarnya.
Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi
untukmu makan...
Tak ada lagi yang rela merawatmu sampai
larut malam ketika engkau sakit...
Tak ada lagi dan tak ada lagi yang meneteskan
air mata mendo'akanmu di setiap hembusan
nafasnya...
Kembalilah segera...
Peluklah ibu yang selalu menyayangimu...
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu
dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya.
Sahabat... berdo'alah untuk kesehatannya dan
rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya.
Jangan biarkan engkau menyesal di masa
datang, kembalilah pada ibu yang selalu
menyayangimu...
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya...
Ibu... maafkan aku...
Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas...
Langganan:
Postingan (Atom)
