Powered By Blogger

Selasa, 03 Mei 2011

Persik Terancam Tak Ikut Kongres 20 Mei

Kediri – Dukungan
terhadap Kepala Staf TNI Angkatan Darat,
Jenderal George Toisutta, dalam pencalonan
ketua umum PSSI 2011-2015 dipastikan
berkurang. Persik Kediri terancam tak bisa
mengirimkan delegasi ke Kongres PSSI setelah
terdepak dari enam besar Divisi Utama.
Sekretaris Persik, Barnadi, mengatakan
kegagalan timnya masuk peringkat enam besar
Divisi Utama secara otomatis menutup pintu
baginya mengikuti Kongres PSSI 20 Mei
mendatang. Ini berarti tim yang telah lama
menyatakan dukungannya untuk mengusung
Toisutta itu tak bisa memberikan suara. »Kami
hanya jadi penonton, ” kata Barnadi, Selasa, 3
Mei 2011.
Saat ini yang bisa dilakukan Persik adalah
menggalang tim-tim lain yang memiliki hak
suara untuk tetap solid mendukung Toisutta.
Barnadi menaruh harapan besar kepada peserta
kongres agar bisa meloloskan dan memilih
Toisutta sebagai ketua umum PSSI.
Meski pintu telah tertutup, Barnadi masih
memiliki harapan untuk mendapatkan
undangan sebagai peserta kongres. Apalagi
hingga kini belum ada satu pun klub yang
menerima surat undangan. »Artinya kami
belum benar-benar tercoret, ” katanya.
Harapan yang sama disampaikan Manager
Persik, Sunardi. Meski timnya tak mampu naik
kelas ke Liga Super dan berhak menentukan
masa depan PSSI, dia berharap ada perubahan
kebijakan di ujung pelaksanaan kongres nanti.
Bersama tim-tim lainnya, Persik telah
bersepakat untuk menghadang calon lain selain
Toisutta sebagai kandidat ketua umum. »Pak
Toisutta masih yang terbaik saat ini, ” katanya.

Rabu, 27 April 2011

Pecinta Persik Minta Manajemen Dirombak

Kegagalan Persik Kediri meraup poin sempurna
dari PSIS Semarang pada lanjutan kompetisi
Divisi Utama musim 2010/11 di Stadion Brawijaya,
Kota Kediri, pada Senin (25/4) lalu memukul para
Persikmania, pendukung setia mereka.
Penggemar fanatik Persik yang tergabung dalam
Gerakan Cinta Persik Kediri meminta agar ada
perombakan total di tubuh manajemen.
"Seluruh pengurus harus dievaluasi. Bahkan,
kalau perlu Pak Samsul Ashar harus turun dari
kursi Ketua Umum. Kami menghendaki seluruh
manajemen dirombak total," kata Alif Smith
Yoshikatsu, selaku koordinator Gerakan Cinta
Persik Kediri kepada GOAL.com Indonesia,
Rabu (27/4).
Para Pecinta Persik Kediri melihat, pengurus
Persik saat ini banyak yang tidak paham
mengenai sepakbola. Hal itulah yang menjadi
penyebab kegagalan Persik untuk dapat kembali
ke Superliga Indonesia.
"Pak Samsul Ashar tidak mengerti sepakbola.
Ketua Umum harus dipegang oleh orang yang
paham tentang seluk-beluk sepakbola. Kalau perlu
Pak Iwan Budianto kembali lagi menjadi Manajer
Persik," terang Alif.
Revolusi di tubuh manajemen Persik, terus Alif
harus segera dilaksanakan. Sebab, apabila Persik
tetap dipegang oleh orang-orang yang tidak
memiliki kompetensi di bidang sepakbola, maka
prestasi tim juara dua kali pada tahun 2003 dan
2006 itu bakal menjadi kenangan.
Hal lain yang selama ini menjadi ganjalan para
Pecinta Persik Kediri adalah kualitas pemain Persik
yang dianggap kurang. Mereka berharap, pada
kompetisi musim mendatang, manajemen dapat
membeli para pemain berkualitas.
Terpisah, Sekretaris Umum Persik Kediri Barnadi
mengungkapkan, evaluasi memang wajib
dilakukan. Dengan evaluasi, maka kelanjutan
Persik dapat ditentukan. Evaluasi, imbuh Barnadi,
akan dilakukan secara menyeluruh baik
manajemen maupun pelatih dan pemain.

Selasa, 26 April 2011

Peluang Persik Tertutup, Manajemen Kecewa

Kekecewaan tidak dapat disembunyikan oleh
Manajer Persik Kediri Sunardi dan Pelatih Jaya
Hartono atas hasil imbang tanpa gol saat
menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan
kompetisi Divisi Utama 2010/11 di Stadion
Brawijaya, Kota Kediri, Senin (25/4) kemarin.
Bahkan, mantan arsitek Persib Bandung itu tidak
datang di press room untuk mengikuti konferensi
pers. Jaya nampak kecewa dan tetap berada di
ruang ganti pemain.
Sekretaris Umum Persik Barnadi mengatakan,
banyak peluang yang didapat timnya. Tetapi
karena lemahnya finishing, maka Persik harus
puas ditahan imbang oleh tim berjuluk Laskar
Mahesa Jenar.
" Banyak sekali peluang yang tercipta. Tetapi
mereka tidak bisa memaksimalkannya. Bahkan,
pada menit-menit akhir, sebuah peluang emas
yang mestinya hanya tinggal disempurnakan
dengan mudah, tetap saja gagal," kata Barnadi
kepada GOAL.com Indonesia, Selasa (26/4)
Ditambahkan oleh purnawirawan TNI itu,
kelemahan pada timnya tidak lepas dari kualitas
para pemain. Manajemen mengakui kelemahan
tersebut.
Hasil imbang 0-0 tersebut membuat peluang
Persik untuk melaju ke babak delapan besar
menjadi tutup. Persik harus puas tetap berada
kasta kedua sepak bola Indonesia. Persik baru
mengoleksi 30 poin dari 23 laga yang sudah
dijalaninya.
Sebaliknya bagi PSIS Semarang. Tambahan satu
poin semakin membuat tim besutan Bonggo
Pribadi itu optimis lolos. Kini jumlah poin total
mereka 35.

Senin, 25 April 2011

Jamu PSIS Semarang, Persik Ingin Akhiri Kekalahan

KEDIRI – Kesebelasan Persik
Kediri mentargetkan poin penuh menghadapi
PSIS Semarang di Stadion Brawijaya Kediri sore
nanti. Laga itu menjadi pertaruhan skuad Macan
Putih untuk menduduki posisi enam.
Sekretaris Umum Persik Barnadi mengatakan
beban pemain Persik pada dua laga terakhir
cukup berat. Mereka harus meraup
kemenangan atas PSIS Semarang dan Persikota
Tangerang setelah kandas di empat
pertandingan terakhir. »Tak ada pilihan lagi
selain menang di dua laga terakhir,” kata Barnadi
kepada Tempo, Senin (25/4).
Peluang Persik untuk masuk babak delapan
besar di ajang Divisi Utama bisa jadi sudah
tertutup. Ini berarti kesempatan untuk naik ke
kasta ISL juga dipastikan gagal. Barnadi hanya
berharap kondisi tim-tim lain terpuruk agar bisa
meraih poin 38. Saat ini klub yang dibesut
pelatih Jaya Hartono itu hanya memiliki surplus
satu gol dengan catatan kemasukan 21 dan
memasukkan 22 gol.
Khusus menghadapi PSIS Semarang sore nanti,
Barnadi berharap pemain Persik bisa
mengevaluasi diri dari kekalahan beruntun di
luar kandang. Meski secara materi maupun
formasi tidak ada persoalan, pemain depan
Persik selalu gagal saat melakukan eksekusi di
gawang lawan. Sebaliknya, pertahanan mereka
justru kocar-kacir hingga beberapa kali
kebobolan tanpa pengawalan. »Ini tugas pelatih
untuk membenahi persoalan belakang, ” kata
Barnadi.
Dia berharap kendala itu sudah tuntas saat
menjamu PSIS Semarang sore nanti. Dengan
dukungan penuh Persikmania, Barnadi optimis
peluang Persik meraih kemenangan mencapai
80 persen.
Manajer PSIS Semarang, Teguh Setyono tak
kalah garang menebar ancaman. Dengan tren
performa pemain yang terus menanjak, dia
optimis bisa menekuk tuan rumah meski
didukung penuh suporternya. »Modal kami
cukup kuat, ” katanya.

Kekayaan Yang Tidak Terlihat !!!

Sedikit sharing mengenai harta yg tidak pernah
terlihat.
KEKAYAAN YANG TIDAK TERLIHAT
Suatu ketika seseorang yang sangat kaya
mengajak anaknya mengunjungi sebuah
kampung, dengan tujuan utama
memperlihatkan kepada anaknya betapa
orang-orang bisa sangat miskin. Mereka
menginap beberapa hari di sebuah daerah
pertanian yang sangat miskin.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya
kepada anaknya.
' Bagaimana perjalanan kali ini?'
' Wah, sangat luar biasa Ayah'
' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat
miskin' kata ayahnya.
' Oh iya' kata anaknya
' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?'
tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab.
' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu
anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai
ketengah taman kita dan mereka memiliki
telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita
dan mereka memiliki bintang-bintang pada
malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke! halaman depan,
dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat
tinggal dan mereka memiliki ladang yang
melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani
kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka
menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi
kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-
sahabat untuk saling melindungi.'
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat
berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan '
Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada
saya betapa miskinnya kita.'
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita
miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita
punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh
seseorang ternyata merupakan dambaan bagi
orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara
pandang seseorang. Membuat kita bertanya
apakah yang akan terjadi jika kita semua
bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima
kasih kita atas semua yang telah disediakan
untuk kita daripada kita terus menerus
khawatir untuk meminta lebih.