Powered By Blogger

Jumat, 04 Maret 2011

Rekor 36 Kartu Merah di Satu Pertandingan, Semua Pemain Diusir

London - Seorang wasit
mencetak rekor dalam sebuah pertandingan
sepak bola dengan mengeluarkan 36 kartu
merah. Wasit bernama Damian Rubino
mengusir seluruh pemain alias 22 pemain plus
pemain cadangan dan staf tim ketika terjadi
perkelahian massal.
Insiden tersebut terjadi saat Damien Rubino
memimpin pertandingan Divisi Lima Liga
Argentina antara Claypole melawan Victoriano
Arenas, Selasa (2/3). Pertandingan tersebut
akhirnya dimenangkan Claypole 2-0 di Buenos
Aires.
Hampir sepanjang pertandingan terjadi
pelanggaran. Sebelum babak kedua dimulai,
dua pemain sudah diusir. Dan di akhir
pertandingan, suasana menjadi makin panas
ketika perkelahian massal terjadi. Bukan hanya
pemain dan pelatih yang terlibat, para
penggemar juga masuk ke lapangan ikut
berkelahi.
Akibat insiden tersebut, salah satu petinggi klub
memohon kepada polisi untuk mengunci para
pemain lawan di ruang ganti mereka.
Claypole menuding wasit Damian Rubino
kelewatan dengan mengeluarkan 36 kartu
merah. Manajer Claypole, Sergio Micieli,
mengatakan, "Mayoritas pemain berupaya
untuk melerai pertikaian. Lantas wasit jadi
bingung."
Pertandingan tersebut memecahkan rekor kartu
merah terbanyak yang sebelumnya terjadi pada
1993 di Paraguay ketika 20 pemain diusir wasit.
Menurut laporan di Argentina, Asosiasi Sepak
Bola Argentina berencana mencabut keputusan
wasit yang mengeluarkan 36 kartu merah
karena dikhawatirkan menjadi preseden buruk
ke depannya.

Nurdin Minta KONI Ambil Sikap Soal LPI

JAKARTA - Nurdin Halid yang pada siang hari
ini datang untuk memenuhi undangan
pertemuan di kantor KONI memberikan
beberapa tanggapan terkait pertemuan tersebut.
Salah satunya terkait keberadaan Liga Primer
Indonesia (LPI).
Pertemuan yang dilangsungkan di gedung Koni
senayan, Jumat (4/3/2011) tersebut dikabarkan
oleh Ketua Umum PSSI berjalan dengan santai
dan rileks, di sela-sela konferensi pers usai
acara.
Dalam pernyataannya Nurdin mengungkapkan
ada 4 poin yang disampaikan PSSI terhadap
KONI. Poin-poin tersebut antara lain terkait
persiapan PSSI agar timnas meraih hasil terbaik
(medali emas) pada ajang SEA Games,
Persiapan kongres PSSI, dan keberadaan LPI.
Untuk urusan ini, Nurdin mewakili PSSI
meminta KONI dapat mengambil sikap untuk
menindak lanjuti keberadaan LPI (Liga Primer
Indonesia) serta berharap agar KONI dapat
membantu menciptakan suasana Kondusif.
“Dalam Undang-Undang keolahragaan serta
peraturan pemerintah No.16, jelas tidak sesuai
Undang-undang bila LPI bernaung dibawah
BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia), ”
tegas Nurdin.
Nurdin sendiri juga berniat mengirim utusan
langsung PSSI untuk bertemu FIFA di Swiss
menyangkut surat dari FIFA dan isinya tersebut.

Pulang dari KOI, Mobil Pengurus PSSI Diserang

Pengurus PSSI memenuhi
undangan Komite Olahraga Nasional (KON)/
Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jumat siang, 4
Maret 2011. Baru saja pulang dari kantor lembaga
yang dulu disebut KONI itu, mobil salah satu
pengurus PSSI diserang massa.
Mobil Presiden PT Liga Indonesia, Andi
Darussalam Tabussala menjadi korban serangan
orang tak dikenal. Sekelompok pemuda
menyerang mobil itu di perempatan depan kantor
KONI menuju ke kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
Mobil jenis Alphard hitam berpelat B 258 ADS itu
diserang dengan senjata tajam. Akibatnya, kaca
belakang mobil pecah. Insiden terjadi seusai
pertemuan PSSI-KON/KOI yang berakhir sekitar
pukul 16.00 WIB. Beruntung, Andi bersama
beberapa orang di dalam mobil selamat dan tak
mengalami luka-luka.
"Telah terjadi penyerangan kepada mobil Alphard
hitam oleh sekelompok pemuda menggunakan
senjata tajam. Saat ini, sebanyak 12 orang telah
diamankan terkait kejadian tersebut. Kita akan
mintai keterangan. Jika tak terbukti bersalah akan
dilepaskan, jika bersalah mereka akan diproses,"
kata AKBP Johanson Ronald, Kapolsek Tanah
Abang.
Berkas kasus ini kini dilimpahkan ke Polda Metro
Jaya. Ke-12 pemuda tersebut juga dibawa ke
Polda.
"Kita sampai saat ini belum tahu motifnya apa.
Motif masih kita dalami," lanjut Johanson.
Polisi belum menemukan bukti senjata tajam.
Namun, ada rekaman yang menunjukkan
beberapa pelaku membawa senjata tajam. Polisi
menjadikan rekaman sebagai barang bukti.
Rekaman itu berasal dari saksi yakni seorang
polisi yang bertugas di sekitar kantor KOI/KON.
Bahkan, polisi itu sempat melancarkan tembakan
peringatan untuk membubarkan massa.
Pertemuan itu digelar di lantai 12 gedung KON/
KOI. Selain Andi, dari PSSI hadir Ketua Umum
Nurdin Halid dan Sekjen Nugraha Besoes. Mereka
menggelar pertemuan di ruangan Ketua Umum
KON/KOI, Rita Subowo.

PSSI Siap Temui FIFA

Jakarta, Terkait surat FIFA ke PSSI,
induk sepakbola tertinggi di Indonesia itu pun
siap bertandang ke markas besar FIFA, untuk
meminta saran demi menggelar dua kongres
tersebut.
Dalam rapat EXCO FIFA yang dihelat kemarin,
PSSI diberikan dua tugas yakni menggelar
Kongres Pemilihan Komite Pemilihan pada 26
Maret dan menghelat Kongres Pemilihan Ketua
Umum sebelum tanggal 30 April.
Jika mengacu pada statuta FIFA, butuh waktu
sekitar delapan pekan untuk memberitahukan ke
anggota PSSI jika akan digelar kongres. Dan
setelahnya Kongres baru bisa diadakan sekitar
menjelang akhir tahun.
Tentunya ini melebihi tenggat waktu yang
diberikan FIFA. Maka karena ini terhitung force
majeur, maka PSSI pun harus berkoordinasi
langsung dengan FIFA mengenai peraturan
peraturan apa yang akan dipakai di kongres nanti.
Dua wakil PSSI yakni Dali Tahir dan Sjarif
Bastaman pun dikirim ke markas besar FIFA di
Zurich, Senin (7/3/2011) mendatang unuk
meminta masukan soal tata cara yang akan
digunakan pada dua kongres tersebut.
"PSSI akan mengirim wakil ke Zurich untuk
meminta persetujuan dan saran bilamana
peraturan-peraturan soal Komisi Pemilihan nanti
apakah harus sesuai dengan peraturan dan
statuta FIFA atau tidak," ungkap Sekjen PSSI
Nugraha Besoes kepada wartawan di Gedung
KONI/KOI, Jumat (4/3/2011) sore WIB.
"Karena waktunya mepet, kami akan
menggunakan peraturan lain. Namun kami harus
bertanya kepada FIFA apakah kami boleh
menggunakan itu atau tidak," sambung pria yang
akrab disapa Kang Nug itu.
Lebih lanjut Nugraha mengatakan nantinya hanya
Komisi Pemilihan yang akan dibentuk dan tidak
ada Komisi Banding seperti sebelumnya.
"Komisi banding tidak perlu karena keputusan
Komisi Pemilihan adalah final dan tidak bisa
digugat. Tugasnya Komisi Pemilihan adalah
mengawal kongres sampai akhir," tuntasnya.

Jakmania Tuntut Pengprov DKI Ikut Revolusi PSSI

Ratusan suporter Klub Persija Jakarta,
Jakmania, melakukan demo di Kantor PSSI DKI
Kompleks Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat sore,
menuntut Pengprov Ibu Kota ini bergabung
dalam gerakan "Revolusi PSSI".
Sebelumnya, mereka melakukan demo di
Kawasan Menteng dan Lapangan Banteng Jakarta.
Di aksi itu, mereka melakukan orasi dan
menggelar sejumlah spanduk di antaranya
"Revolusi PSSI" dan "Hardi-Toni Kroni NH".
Ketua Jakmania, Larico Ranggamone,
menyatakan, kekecewaan Jakmania dengan sikap
Pengrpov dan Pengurus Persija yang
mendukung status quo.
"Kami menuntut kepada Pengrov PSSI DKI Jakarta
dan Pengurus Persija untuk segera bergabung
dengan gerakan `Revolusi PSSI` sekarang juga,"
katanya. Ia menegaskan, The Jakmania akan
selalu berada di garis terdepan dalam mengawal
Gerakan Revolusi PSSI.
Dalam kesempatan itu, Jakmania juga menolak
pembangunan (MRT) tanpa solusi yang
mendasar. Berita sebelumnya, kawasan Stadion
Lebak Bulus akan dibangun MRT (Mass Rapid
Transportation). Jakmania juga meminta
Pengprov PSSI DKI Jakarta dan Klub Persija untuk
menyampaikan keberatan atas rencana
pembangunan MRT jika tanpa solusi yang jelas.