Ketua Pengcab PSSI Surabaya yang juga
Direktur Utama Persebaya 1927, Cholid
Goromah berharap, di ulang tahun Bajul Ijo
ke-18 yang jatuh, Sabtu (18/6/2011) ini, tak ada
lagi perpecahan. Jadi, untuk tahun kedepan,
hanya ada satu Persebaya di Kota Pahlawan,
Surabaya.
Pernyataan ini disampaikan Cholid dalam acara
tasyakuran di Mess Persebaya, Sabtu siang.
"Jangan sampai ada lagi Persebaya 1927
maupun Persebaya Divisi Utama. Tahun
depan harus ada satu Persebaya tampa
embel-embel lain, tentunya sebagai tim
profesional," ucap Cholid.
Hal itu disampaikan Cholid di depan Komisaris
Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, CEO
Llano Mahardika, pemain, klub anggota
Pengcab PSSI Surabaya serta pendukung
fanatik Persebaya, Bonek. "Kita minta nantinya
Persebaya 1927 melepaskan nama tanggal
lahir Persebaya tersebut," lanjut Cholid.
Ucapan Cholid diamini Saleh Mukadar.
Selanjutnya, Saleh meminta pihak pengelola
memperhatikan kehadiran suporter dan klub
anggota Pengcab PSSI Surabaya yang selama
ini menjadi stakeholder Bajul Ijo.
"Tidak sepatutnya pihak pengelola membuat
langkah yang justru memecah-belah suporter.
Kita inginkan melalui elemen inilah terbentuk
asosiasi suporter Persebaya yang bisa
bekerjasama dengan manajemen," tegas
Saleh.
Ia juga meminta pengelola merangkul klub
anggota serta panpel Persebaya. "Sebaiknya
mereka dirangkul untuk bisa belajar dalam
mengelola klub professional yang benar,"
tambah anggota Komisi E DPRD Jawa Timur
(Jatim) ini.
Sementara itu, sore tadi rombongan
Persebaya berkunjung ke kediaman legenda
hidup Bajul Ijo, Rusdy Bahalwan. Rombongan
yang dipimpin CEO Llano Mahardika dan
pelatih Aji Santoso itu diterima langsung oleh
dr Rahmadani, istri Rusdy. Sedang Rusdy
sendiri hanya bisa terbaring di tempat tidur
yang ada di ruang tamu.
Pada kunjungannya tadi, Persebaya
memberikan tali asih kepada Rusdy atas
jasanya mengharumkan nama Persebaya.
"Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ini
menjadi hiburan bagi suami saya. Semoga
Persebaya menjadi tim yang profesional.
Pemain, pelatih dan manajemen selalu
kompak. Suporternya bertambah dewasa,"
ucap dr Rahmadani.
PERSEBAYA, Sejak 1927
Minggu, 19 Juni 2011
Tahun Depan, Hanya Ada Satu Persebaya
Ketua Pengcab PSSI Surabaya yang juga
Direktur Utama Persebaya 1927, Cholid
Goromah berharap, di ulang tahun Bajul Ijo
ke-18 yang jatuh, Sabtu (18/6/2011) ini, tak ada
lagi perpecahan. Jadi, untuk tahun kedepan,
hanya ada satu Persebaya di Kota Pahlawan,
Surabaya.
Pernyataan ini disampaikan Cholid dalam acara
tasyakuran di Mess Persebaya, Sabtu siang.
"Jangan sampai ada lagi Persebaya 1927
maupun Persebaya Divisi Utama. Tahun
depan harus ada satu Persebaya tampa
embel-embel lain, tentunya sebagai tim
profesional," ucap Cholid.
Hal itu disampaikan Cholid di depan Komisaris
Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, CEO
Llano Mahardika, pemain, klub anggota
Pengcab PSSI Surabaya serta pendukung
fanatik Persebaya, Bonek. "Kita minta nantinya
Persebaya 1927 melepaskan nama tanggal
lahir Persebaya tersebut," lanjut Cholid.
Ucapan Cholid diamini Saleh Mukadar.
Selanjutnya, Saleh meminta pihak pengelola
memperhatikan kehadiran suporter dan klub
anggota Pengcab PSSI Surabaya yang selama
ini menjadi stakeholder Bajul Ijo.
"Tidak sepatutnya pihak pengelola membuat
langkah yang justru memecah-belah suporter.
Kita inginkan melalui elemen inilah terbentuk
asosiasi suporter Persebaya yang bisa
bekerjasama dengan manajemen," tegas
Saleh.
Ia juga meminta pengelola merangkul klub
anggota serta panpel Persebaya. "Sebaiknya
mereka dirangkul untuk bisa belajar dalam
mengelola klub professional yang benar,"
tambah anggota Komisi E DPRD Jawa Timur
(Jatim) ini.
Sementara itu, sore tadi rombongan
Persebaya berkunjung ke kediaman legenda
hidup Bajul Ijo, Rusdy Bahalwan. Rombongan
yang dipimpin CEO Llano Mahardika dan
pelatih Aji Santoso itu diterima langsung oleh
dr Rahmadani, istri Rusdy. Sedang Rusdy
sendiri hanya bisa terbaring di tempat tidur
yang ada di ruang tamu.
Pada kunjungannya tadi, Persebaya
memberikan tali asih kepada Rusdy atas
jasanya mengharumkan nama Persebaya.
"Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ini
menjadi hiburan bagi suami saya. Semoga
Persebaya menjadi tim yang profesional.
Pemain, pelatih dan manajemen selalu
kompak. Suporternya bertambah dewasa,"
ucap dr Rahmadani.
PERSEBAYA, Sejak 1927
Direktur Utama Persebaya 1927, Cholid
Goromah berharap, di ulang tahun Bajul Ijo
ke-18 yang jatuh, Sabtu (18/6/2011) ini, tak ada
lagi perpecahan. Jadi, untuk tahun kedepan,
hanya ada satu Persebaya di Kota Pahlawan,
Surabaya.
Pernyataan ini disampaikan Cholid dalam acara
tasyakuran di Mess Persebaya, Sabtu siang.
"Jangan sampai ada lagi Persebaya 1927
maupun Persebaya Divisi Utama. Tahun
depan harus ada satu Persebaya tampa
embel-embel lain, tentunya sebagai tim
profesional," ucap Cholid.
Hal itu disampaikan Cholid di depan Komisaris
Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, CEO
Llano Mahardika, pemain, klub anggota
Pengcab PSSI Surabaya serta pendukung
fanatik Persebaya, Bonek. "Kita minta nantinya
Persebaya 1927 melepaskan nama tanggal
lahir Persebaya tersebut," lanjut Cholid.
Ucapan Cholid diamini Saleh Mukadar.
Selanjutnya, Saleh meminta pihak pengelola
memperhatikan kehadiran suporter dan klub
anggota Pengcab PSSI Surabaya yang selama
ini menjadi stakeholder Bajul Ijo.
"Tidak sepatutnya pihak pengelola membuat
langkah yang justru memecah-belah suporter.
Kita inginkan melalui elemen inilah terbentuk
asosiasi suporter Persebaya yang bisa
bekerjasama dengan manajemen," tegas
Saleh.
Ia juga meminta pengelola merangkul klub
anggota serta panpel Persebaya. "Sebaiknya
mereka dirangkul untuk bisa belajar dalam
mengelola klub professional yang benar,"
tambah anggota Komisi E DPRD Jawa Timur
(Jatim) ini.
Sementara itu, sore tadi rombongan
Persebaya berkunjung ke kediaman legenda
hidup Bajul Ijo, Rusdy Bahalwan. Rombongan
yang dipimpin CEO Llano Mahardika dan
pelatih Aji Santoso itu diterima langsung oleh
dr Rahmadani, istri Rusdy. Sedang Rusdy
sendiri hanya bisa terbaring di tempat tidur
yang ada di ruang tamu.
Pada kunjungannya tadi, Persebaya
memberikan tali asih kepada Rusdy atas
jasanya mengharumkan nama Persebaya.
"Terima kasih atas kunjungannya. Semoga ini
menjadi hiburan bagi suami saya. Semoga
Persebaya menjadi tim yang profesional.
Pemain, pelatih dan manajemen selalu
kompak. Suporternya bertambah dewasa,"
ucap dr Rahmadani.
PERSEBAYA, Sejak 1927
kedewasaan seseorang bukan dari usianya
setiap manusia mempunyai perkembangan
fisik yang sama, mulai dari kandungan, lalu
setelah lahir menjadi bayi, Balita, anak-anak,
lalu remaja dan semakin lama menjadi tua.
Tetapi tidak menjamin orang sudah tua lantas
menjadi dewasa.
Kesewasaan itu mempunyai ukuran tertertu.
seperti : dapat membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk, sudah bisa
mempersiapkan hal-hal yang akan terjadi
dimasa yang akan datang, kalau dia tidak
mempersiapkan dirinya untuk lebih baik di
masa sekarang. paling penting adalah orang
dewasa adalah orang yang sadar kalau dirinya
tidak lagi anak-anak yang selalu merengek,
mengeluh, tidak menerima kenyataan, dll.
Biasanya pengalaman menjadi hal penentu
seseorang manjadi dewasa. dia banyak belajar
dari kesalahan yang sudah diperbuatnya,
walaupun dia pernah mendengar cerita,
melihat pengalaman orang lain, tetapi tidak
sebanding dengan apa yang telah ia rasakan
sendiri.
apakah kita merasa belum dewasa selama ini,
ataupun memang sudah ada kesadaran
pemikiran kedewasaan selama ini dari diri kita.
mari kita rasakan diri kita, rasakan lingkungan
kita, rasakan waktu yang telah memakan usia
kita.
pada intinya sadar dan dapat memposisikan
diri kita
fisik yang sama, mulai dari kandungan, lalu
setelah lahir menjadi bayi, Balita, anak-anak,
lalu remaja dan semakin lama menjadi tua.
Tetapi tidak menjamin orang sudah tua lantas
menjadi dewasa.
Kesewasaan itu mempunyai ukuran tertertu.
seperti : dapat membedakan mana yang baik
dan mana yang buruk, sudah bisa
mempersiapkan hal-hal yang akan terjadi
dimasa yang akan datang, kalau dia tidak
mempersiapkan dirinya untuk lebih baik di
masa sekarang. paling penting adalah orang
dewasa adalah orang yang sadar kalau dirinya
tidak lagi anak-anak yang selalu merengek,
mengeluh, tidak menerima kenyataan, dll.
Biasanya pengalaman menjadi hal penentu
seseorang manjadi dewasa. dia banyak belajar
dari kesalahan yang sudah diperbuatnya,
walaupun dia pernah mendengar cerita,
melihat pengalaman orang lain, tetapi tidak
sebanding dengan apa yang telah ia rasakan
sendiri.
apakah kita merasa belum dewasa selama ini,
ataupun memang sudah ada kesadaran
pemikiran kedewasaan selama ini dari diri kita.
mari kita rasakan diri kita, rasakan lingkungan
kita, rasakan waktu yang telah memakan usia
kita.
pada intinya sadar dan dapat memposisikan
diri kita
Habit is power
Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup
seorang panglima perang yang terkenal karena
memiliki keahlian memanah yang tiada
tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin
memperlihatkan keahliannya memanah
kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada
prajurit bawahannya agar menyiapkan papan
sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, kemudian Sang
Panglima memasuki lapangan dengan penuh
percaya diri, lengkap dengan perangkat
memanah di tangannya.
Panglima mulai menarik busur dan melepas
satu persatu anak panah itu ke arah sasaran.
Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan
anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa!
Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak
panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan,
panglima berucap, “Rakyatku, lihatlah
panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku
tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat
kalian ?”
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh
banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual
minyak menyelutuk, “Panglima memang
hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat
dari kebiasaan yang terlatih. ”
Sontak panglima dan seluruh yang hadir
memandang dengan tercengang dan
bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang
tua penjual minyak itu. Tukang minyak
menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil
beranjak dari tempatnya, dia mengambil
sebuah uang koin Tiongkok kuno yang
berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di
atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak
mengambil gayung penuh berisi minyak, dan
kemudian menuangkan dari atas melalui
lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol
guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes
pun minyak yang mengenai permukaan koin
tersebut!
Panglima dan rakyat tercengang. Merela
bersorak sorai menyaksikan demonstrasi
keahlian si penjual minyak. Dengan penuh
kerendahan hati, tukang minyak
membungkukkan badan menghormat di
hadapan panglima sambil mengucapkan
kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang
didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan
yang diulang terus menerus akan melahirkan
keahlian. ”
Hikmah:
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu
hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan
kebiasaan. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat
membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah
dan apa yang tidak mungkin menjadi
mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan
dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter
sukses. Dan karakter sukses hanya bisa
dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti
berpikir positif, antusias, optimis, disiplin,
integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.
Mari kita siap melatih, memelihara, dan
mengembangkan kebiasaan berpikir sukses
dan bermental sukses secara
berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses
yang telah terbentuk akan membawa kita pada
puncak kesuksesan di setiap perjuangan
kehidupan kita.
Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus
menerus, akan melahirkan keahlian!
seorang panglima perang yang terkenal karena
memiliki keahlian memanah yang tiada
tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin
memperlihatkan keahliannya memanah
kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada
prajurit bawahannya agar menyiapkan papan
sasaran serta 100 buah anak panah.
Setelah semuanya siap, kemudian Sang
Panglima memasuki lapangan dengan penuh
percaya diri, lengkap dengan perangkat
memanah di tangannya.
Panglima mulai menarik busur dan melepas
satu persatu anak panah itu ke arah sasaran.
Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan
anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa!
Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak
panah tepat mengenai sasaran.
Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan,
panglima berucap, “Rakyatku, lihatlah
panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku
tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat
kalian ?”
Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh
banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual
minyak menyelutuk, “Panglima memang
hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat
dari kebiasaan yang terlatih. ”
Sontak panglima dan seluruh yang hadir
memandang dengan tercengang dan
bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang
tua penjual minyak itu. Tukang minyak
menjawab, “Tunggu sebentar!” Sambil
beranjak dari tempatnya, dia mengambil
sebuah uang koin Tiongkok kuno yang
berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di
atas mulut botol guci minyak yang kosong.
Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak
mengambil gayung penuh berisi minyak, dan
kemudian menuangkan dari atas melalui
lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol
guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes
pun minyak yang mengenai permukaan koin
tersebut!
Panglima dan rakyat tercengang. Merela
bersorak sorai menyaksikan demonstrasi
keahlian si penjual minyak. Dengan penuh
kerendahan hati, tukang minyak
membungkukkan badan menghormat di
hadapan panglima sambil mengucapkan
kalimat bijaknya, “Itu hanya keahlian yang
didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan
yang diulang terus menerus akan melahirkan
keahlian. ”
Hikmah:
Dari cerita tadi, kita bisa mengambil satu
hikmah yaitu: betapa luar biasanya kekuatan
kebiasaan. Habit is power!
Hasil dari kebiasaan yang terlatih dapat
membuat sesuatu yang sulit menjadi mudah
dan apa yang tidak mungkin menjadi
mungkin.
Demikian pula, untuk memperoleh kesuksesan
dalam kehidupan, kita membutuhkan karakter
sukses. Dan karakter sukses hanya bisa
dibentuk melalui kebiasaan-kebiasaan seperti
berpikir positif, antusias, optimis, disiplin,
integritas, tanggung jawab, & lain sebagainya.
Mari kita siap melatih, memelihara, dan
mengembangkan kebiasaan berpikir sukses
dan bermental sukses secara
berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses
yang telah terbentuk akan membawa kita pada
puncak kesuksesan di setiap perjuangan
kehidupan kita.
Sekali lagi: Kebiasaan yang diulang terus
menerus, akan melahirkan keahlian!
sebuah kisah
Tahun yang lalu, ketika ibu saya berkunjung, ia
mengajak saya untuk berbelanja bersamanya
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi
berbelanja bersama dengan orang lain,
meskipun itu ibu saya. Saya bukanlah orang
yang sabar. Tapi, kami putuskan juga
berangkat ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang
menyediakan gaun wanita. Dan ibu saya
mencoba gaun demi gaun dan
mengembalikan semuanya. Seiring hari yang
berlalu, saya mulai lelah, gelisah, dan ibu mulai
frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami
kunjungi, ibu mencoba satu stel gaun biru
yang cantik, terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya.
Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk
kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama
ibu saya dalam ruang ganti pakaian. Biar
semuanya cepat beres. Saya melih at
bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat
talinya.
Ternyata, Tuhan, tangan-tangannya sudah
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi. Dan ibu dia tidak dapat menalikan gaun
itu. Seketika ketidaksabaran saya digantikan
oleh suatu rasa kasihan yang begitu dalam
kepadanya. Dada saya sesak, napas aya
panas. Saya berbalik pergi dan mencoba
menyembunyikan air mata yang keluar tanpa
saya sadari. Saya terisak.
Setelah mendapatkan ketenangan, saya
kembali masuk ke kamar ganti, dan menahan
tangis melihat gemetar tangan ibu,
membantunya mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi
kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa
hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada
saat berada di dalam ruang ganti pakaian
tersebut, dan ter bayang tangan ibu saya yang
sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Tangan yang gemetar.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang
pernah menyuapi saya, memandikan saya,
memakaikan baju, membelai dan memeluk
saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa
untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh hati saya dengan cara yang paling
membekas dalam hati saya. Kemudian pada
sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,
mengambil tangannya, menciumnya. Dan
yang membuatnya terkejut. Saya mengatakan
pada ibu, kedua tangan tersebut adalah tangan
yang paling indah di dunia ini. Saya sangat
bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya
dapat melihat dengan mata baru, betapa
bernilai dan berharganya kasih sayang yang
penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya
hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak
tangan saya dan hati saya akan memiliki
keindahannya tersendiri, keindahan tangan
Ibu.
mengajak saya untuk berbelanja bersamanya
karena dia membutuhkan sebuah gaun yang
baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi
berbelanja bersama dengan orang lain,
meskipun itu ibu saya. Saya bukanlah orang
yang sabar. Tapi, kami putuskan juga
berangkat ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang
menyediakan gaun wanita. Dan ibu saya
mencoba gaun demi gaun dan
mengembalikan semuanya. Seiring hari yang
berlalu, saya mulai lelah, gelisah, dan ibu mulai
frustasi.
Akhirnya pada toko terakhir yang kami
kunjungi, ibu mencoba satu stel gaun biru
yang cantik, terdiri dari tiga helai. Pada blusnya
terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya.
Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk
kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama
ibu saya dalam ruang ganti pakaian. Biar
semuanya cepat beres. Saya melih at
bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan
dengan susah mencoba untuk mengikat
talinya.
Ternyata, Tuhan, tangan-tangannya sudah
mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang
sendi. Dan ibu dia tidak dapat menalikan gaun
itu. Seketika ketidaksabaran saya digantikan
oleh suatu rasa kasihan yang begitu dalam
kepadanya. Dada saya sesak, napas aya
panas. Saya berbalik pergi dan mencoba
menyembunyikan air mata yang keluar tanpa
saya sadari. Saya terisak.
Setelah mendapatkan ketenangan, saya
kembali masuk ke kamar ganti, dan menahan
tangis melihat gemetar tangan ibu,
membantunya mengikatkan tali gaun tersebut.
Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi
kejadian tersebut terukir dan tidak dapat
terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa
hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada
saat berada di dalam ruang ganti pakaian
tersebut, dan ter bayang tangan ibu saya yang
sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Tangan yang gemetar.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang
pernah menyuapi saya, memandikan saya,
memakaikan baju, membelai dan memeluk
saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa
untuk saya, sekarang tangan itu telah
menyentuh hati saya dengan cara yang paling
membekas dalam hati saya. Kemudian pada
sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya,
mengambil tangannya, menciumnya. Dan
yang membuatnya terkejut. Saya mengatakan
pada ibu, kedua tangan tersebut adalah tangan
yang paling indah di dunia ini. Saya sangat
bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya
dapat melihat dengan mata baru, betapa
bernilai dan berharganya kasih sayang yang
penuh pengorbanan dari seorang ibu. Saya
hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak
tangan saya dan hati saya akan memiliki
keindahannya tersendiri, keindahan tangan
Ibu.
Langganan:
Postingan (Atom)
