Rene Schachner dan
Melanie bulat mengikat janji sehidup semati.
Tapi, pasangan selisih usia 4 tahun ini punya ide
brilian cenderung nekad untuk mengenang
pernikahan sakral mereka.
Berbeda dengan pasangan kebanyakan, Rene
dan Melanie berani melangsungkan akad
sekaligus resepsi pernikahan dalam keadaan
telanjang. "Kami ingin melakukan sesuatu yang
berbeda,"kata Melanie yang berusia 26 tahun
dalam Daily Mail Jumat, 15 April.
Bertempat di sebuah kantor pelayanan nikah di
Feldkirchen, Austria, pasangan ini berjalan
menyusuri lorong penuh percaya diri. Rene
hanya mengenakan topi berwarna hitam.
Adapun Melanie dibalut kerudung putih sembari
membawa bunga yang diletakkan di dadanya.
Melanie pun merasa cantik hanya memakai
sepatu berhak tinggi warna putih.
Akad nikah sukses. Pasangan ini meneruskan
resepsi pernikahan di sebuah kastil tidak jauh
dari tempat mereka menikah. Sedikitnya ada
250 tamu yang menghadiri pernikahan bugil ini.
"Kami tidak malu dengan penampilan tubuh
kami,"kata Melanie.
Nah bagaimana, Anda tertarik meniru ide gila
pasangan asal Austria ini?
Jumat, 15 April 2011
Gudang Garam Bakal Sponsori Persik?
Kediri, Persik Kediri bisa jadi tak
terlalu risau dengan pelarangan penggunaan
APBD untuk klub sepak bola mulai tahun 2012
mendatang. Soalnya 'Macan Putih' kini tengah
melakukan pembicaraan dengan Gudang Garam.
Demikian diungkapkan sendiri oleh Manajer
Persik Sunardi. Disebutnya kalau pihak Persik kini
tengah melakukan pembicaraan dengan
PT.Gudang Garam terkait rencana kerjasama
sponsorship tersebut. Langkah tersebut
sesungguhnya pernah dilakukan, namun
berakhir pahit dengan penolakan terhadap
tawaran yang disampaikan.
"Yang ini progresnya baik. Kami sudah
melakukan pembicaraan beberapa kali dan ada
sinyal akan disetujui," kata Sunardi
Meski demikian Sunardi enggan membeberkan
lebih detail hasil dari pembicaraan tersebut. Dia
menganggap tak etis menyebutkan hasil
negosiasi, sementara keputusan akhir belum
ditetapkan. "Bantu doa saja, semoga ini
membuahkan sesuatu yang bagus,"
sambungnya.
Jalinan kerjasama dengan PT.Gudang Garam, jika
nantinya disetujui, dianggap sebagai raihan
penting untuk menunjang kebutuhan anggaran
Persik Kediri. Persik sebelumnya mengaku sangat
berat apabila keputusan Menteri Dalam Negeri
soal pelarangan penggunaan APBD untuk klub
langsung diberlakukan.
"Saya pernah ngomong sebelumnya. Kalau
boleh meminta sebenarnya keputusan itu jangan
dilaksanakan secara langsung. Minimal untuk
tahap-tahap awal tetap diijinkan dengan batasan,
jadi ada kontrol agar klub bersaing secara sehat,"
ungkap Sunardi.
Secara terpisah Kepala Bagian Humas PT.Gudang
Garam Yuli Rosiadi, membenarkan adanya
pembicaraan pihaknya dengan manajemen
Persik Kediri. Meski demikian dia mengaku tak
tahu menahu mengenai perkembangan
pembicaraan tersebut, karena yang melakukan
adalah bagian pemasaran.
"Karena ini perusahaan terbuka, pasti alasan
bisnis yang mendasari kerjasama. Jadi benar ada
pembicaraan, tapi hasilnya bagaimana yang tahu
bagian pemasaran," beber Yuli.
Ilui, sapaan akrab Yuli Rosiadi juga mengatakan,
meski tak menjadi sponsor secara resmi selama
ini PT.Gudang Garam tetap membantu keuangan
Persik Kediri. Bantuan yang bersifat hibah tetap
diberikan tanpa adanya kompensasi layaknya
sebuah kerjasama sponsorship. "Itu kebijakan
manajemen. Besarannya berapa saya juga tidak
tahu, yang pasti ada bantuan," pungkasnya.
Kerjasama sponsorship antara Persik dengan PT.
Gudang Garam sebelumnya pernah terjalin pada
tahun 2003 silam, tanpa diketahui nominal yang
disepakati. Dari gelontoran dana tersebut, Persik
meraih prestasi tertingginya dengan berhasil
menggondol gelar juara Liga Indonesia, setelah di
tahun sebelumnya menyabet gelar yang sama di
kompetisi Divisi Utama.
terlalu risau dengan pelarangan penggunaan
APBD untuk klub sepak bola mulai tahun 2012
mendatang. Soalnya 'Macan Putih' kini tengah
melakukan pembicaraan dengan Gudang Garam.
Demikian diungkapkan sendiri oleh Manajer
Persik Sunardi. Disebutnya kalau pihak Persik kini
tengah melakukan pembicaraan dengan
PT.Gudang Garam terkait rencana kerjasama
sponsorship tersebut. Langkah tersebut
sesungguhnya pernah dilakukan, namun
berakhir pahit dengan penolakan terhadap
tawaran yang disampaikan.
"Yang ini progresnya baik. Kami sudah
melakukan pembicaraan beberapa kali dan ada
sinyal akan disetujui," kata Sunardi
Meski demikian Sunardi enggan membeberkan
lebih detail hasil dari pembicaraan tersebut. Dia
menganggap tak etis menyebutkan hasil
negosiasi, sementara keputusan akhir belum
ditetapkan. "Bantu doa saja, semoga ini
membuahkan sesuatu yang bagus,"
sambungnya.
Jalinan kerjasama dengan PT.Gudang Garam, jika
nantinya disetujui, dianggap sebagai raihan
penting untuk menunjang kebutuhan anggaran
Persik Kediri. Persik sebelumnya mengaku sangat
berat apabila keputusan Menteri Dalam Negeri
soal pelarangan penggunaan APBD untuk klub
langsung diberlakukan.
"Saya pernah ngomong sebelumnya. Kalau
boleh meminta sebenarnya keputusan itu jangan
dilaksanakan secara langsung. Minimal untuk
tahap-tahap awal tetap diijinkan dengan batasan,
jadi ada kontrol agar klub bersaing secara sehat,"
ungkap Sunardi.
Secara terpisah Kepala Bagian Humas PT.Gudang
Garam Yuli Rosiadi, membenarkan adanya
pembicaraan pihaknya dengan manajemen
Persik Kediri. Meski demikian dia mengaku tak
tahu menahu mengenai perkembangan
pembicaraan tersebut, karena yang melakukan
adalah bagian pemasaran.
"Karena ini perusahaan terbuka, pasti alasan
bisnis yang mendasari kerjasama. Jadi benar ada
pembicaraan, tapi hasilnya bagaimana yang tahu
bagian pemasaran," beber Yuli.
Ilui, sapaan akrab Yuli Rosiadi juga mengatakan,
meski tak menjadi sponsor secara resmi selama
ini PT.Gudang Garam tetap membantu keuangan
Persik Kediri. Bantuan yang bersifat hibah tetap
diberikan tanpa adanya kompensasi layaknya
sebuah kerjasama sponsorship. "Itu kebijakan
manajemen. Besarannya berapa saya juga tidak
tahu, yang pasti ada bantuan," pungkasnya.
Kerjasama sponsorship antara Persik dengan PT.
Gudang Garam sebelumnya pernah terjalin pada
tahun 2003 silam, tanpa diketahui nominal yang
disepakati. Dari gelontoran dana tersebut, Persik
meraih prestasi tertingginya dengan berhasil
menggondol gelar juara Liga Indonesia, setelah di
tahun sebelumnya menyabet gelar yang sama di
kompetisi Divisi Utama.
Senin, 04 April 2011
Diajukan Jadi Komite Eksekutif PSSI, Erwin Pilih Merendah
Makassar--Erwin Aksa,
putra bos PT. Bosowa, Aksa Mahmud,
mengaku akan melihat dinamika perkembangan
di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia (PSSI) terlebih dahulu, sebelum
menyatakan bersedia menjadi pengurus di
tubuh organisasi persepakbolaan itu.
"Saya sangat berterima kasih kepada PSM,
khususnya Pak Ilham yang menjadikan saya
nominator," kata Erwin menanggapi namanya
akan diusulkan jadi anggota Komite Eksekutif
PSSI, 2011-2015 oleh PSM, Senin (4/4).
Menurutnya, biarlah George Toisutta dan Arifin
Panigoro yang dianggapnya senior, terlebih
dahulu diberi peluang dan kepercayaan untuk
maju pada kongres nanti.
Ketua umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin (4/4)
di kantornya, Balai Kota Makassar, ngotot
mencalonkan Erwin Aksa sebagai kandidat.
Menurutnya, selama ini pengurus Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia tersebut cukup
besar jasanya dalam memajukan dunia sepak
bola di tanah air. Terlebih kata Ilham, sampai
saat ini pun bantuan buat kemajuan klub,
terutama PSM tidak pernah berhenti.
"Perusahaannya (Bosowa) tetap menjadi
sponsor PSM. Dan itu bentuk dukungan
morilnya terkait kemajuan persepakbolaan kita
selama ini," ujar Ilham.
Selain nama Erwin, juga ada nama George
Toisutta dan Arifin Panigoro yang akan
diusulkan PSM ke Komite Pemilihan PSSI.
Erwin kata Ilham, adalah tokoh muda yang kaya
pengalaman dan besar harapan masyarakat
akan kemajuan PSSI ke depan di tangan
pengusaha sukses tersebut.
Erwin Aksa sendiri mengaku, selama ini diskusi
mengenai perbaikan dunia sepak bola, baik
dengan jajaran pengurus PSM maupun dengan
klub lainnya intens digelar. "Makanya saya
katakan, untuk perkembangan dan kemajuan
persepakbolaan di Indonesia, harus dikelola
dengan kejujuran, kedisiplinan dan yang paling
penting pola pembinaan berkelanjutan," papar
Erwin.
Adapun mengenai kisruh PSSI yang marak
akhir-akhir ini menurutnya hanya karena
komunikasi yang tidak berjalan dengan lancar.
putra bos PT. Bosowa, Aksa Mahmud,
mengaku akan melihat dinamika perkembangan
di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh
Indonesia (PSSI) terlebih dahulu, sebelum
menyatakan bersedia menjadi pengurus di
tubuh organisasi persepakbolaan itu.
"Saya sangat berterima kasih kepada PSM,
khususnya Pak Ilham yang menjadikan saya
nominator," kata Erwin menanggapi namanya
akan diusulkan jadi anggota Komite Eksekutif
PSSI, 2011-2015 oleh PSM, Senin (4/4).
Menurutnya, biarlah George Toisutta dan Arifin
Panigoro yang dianggapnya senior, terlebih
dahulu diberi peluang dan kepercayaan untuk
maju pada kongres nanti.
Ketua umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin (4/4)
di kantornya, Balai Kota Makassar, ngotot
mencalonkan Erwin Aksa sebagai kandidat.
Menurutnya, selama ini pengurus Himpunan
Pengusaha Muda Indonesia tersebut cukup
besar jasanya dalam memajukan dunia sepak
bola di tanah air. Terlebih kata Ilham, sampai
saat ini pun bantuan buat kemajuan klub,
terutama PSM tidak pernah berhenti.
"Perusahaannya (Bosowa) tetap menjadi
sponsor PSM. Dan itu bentuk dukungan
morilnya terkait kemajuan persepakbolaan kita
selama ini," ujar Ilham.
Selain nama Erwin, juga ada nama George
Toisutta dan Arifin Panigoro yang akan
diusulkan PSM ke Komite Pemilihan PSSI.
Erwin kata Ilham, adalah tokoh muda yang kaya
pengalaman dan besar harapan masyarakat
akan kemajuan PSSI ke depan di tangan
pengusaha sukses tersebut.
Erwin Aksa sendiri mengaku, selama ini diskusi
mengenai perbaikan dunia sepak bola, baik
dengan jajaran pengurus PSM maupun dengan
klub lainnya intens digelar. "Makanya saya
katakan, untuk perkembangan dan kemajuan
persepakbolaan di Indonesia, harus dikelola
dengan kejujuran, kedisiplinan dan yang paling
penting pola pembinaan berkelanjutan," papar
Erwin.
Adapun mengenai kisruh PSSI yang marak
akhir-akhir ini menurutnya hanya karena
komunikasi yang tidak berjalan dengan lancar.
Polisi Ancam Tangkap Perusuh Kongres PSSI di Surabaya
SURABAYA - Kepala
Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Polisi
Untung Suharsono Radjab mengancam akan
menangkap perusuh di kongres Persatuan
Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang
rencananya akan digelar di Surabaya pada 29
April 2011 mendatang.
"Kalau buat rusuh acara apap un tidak usah
ditanya, pasti kami tangkap dan proses," kata
Untung usai menghadiri rapat koordinasi
mengenai pengamanan konggres PSSI dengan
Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung
Negara Grahadi Surabaya siang tadi (4/4).
Menurut Untung, polisi dalam hal ini akan selalu
siap mengawal seluruh peserta konggres.
Bahkan pihaknya sudah merencanakan akan
merangkul seluruh elemen suporter sepak bola
untuk ikut menjaga berlangsungnya kongres.
"Hingga saat ini panitia belum menghubungi
kami, prinsipnya polisi selalu siap dan akan
kawal acara ini," kata Untung.
Di tempat yang sama, Panglima Kodam V
Brawijaya Mayor Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
juga mengaku siap jika diminta membantu
pengamanan kongres ini. Pangdam juga
berjanji, meski salah satu bakal calon ketua
Umum PSSI adalah Kepala Staf TNI Angkatan
Darat Jenderal TNI George Toisutta, pihaknya
tetap akan netral. "Ndak ada intervensi, TNI
hanya bantu keamanan, itupun kalau diminta
oleh Pemprov dan Polisi," kata Gatot.
Selama ini, jika pemerintah memiliki hajatan
semisal pemilu ataupun kongres PSSI seperti
saat ini, TNI sifatnya hanya membantu
keamanan. "TNI itu stanby di barak, tapi selalu
siap on call kapanpun jika diminta bantuan,"
imbuhnya.
Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Polisi
Untung Suharsono Radjab mengancam akan
menangkap perusuh di kongres Persatuan
Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang
rencananya akan digelar di Surabaya pada 29
April 2011 mendatang.
"Kalau buat rusuh acara apap un tidak usah
ditanya, pasti kami tangkap dan proses," kata
Untung usai menghadiri rapat koordinasi
mengenai pengamanan konggres PSSI dengan
Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung
Negara Grahadi Surabaya siang tadi (4/4).
Menurut Untung, polisi dalam hal ini akan selalu
siap mengawal seluruh peserta konggres.
Bahkan pihaknya sudah merencanakan akan
merangkul seluruh elemen suporter sepak bola
untuk ikut menjaga berlangsungnya kongres.
"Hingga saat ini panitia belum menghubungi
kami, prinsipnya polisi selalu siap dan akan
kawal acara ini," kata Untung.
Di tempat yang sama, Panglima Kodam V
Brawijaya Mayor Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
juga mengaku siap jika diminta membantu
pengamanan kongres ini. Pangdam juga
berjanji, meski salah satu bakal calon ketua
Umum PSSI adalah Kepala Staf TNI Angkatan
Darat Jenderal TNI George Toisutta, pihaknya
tetap akan netral. "Ndak ada intervensi, TNI
hanya bantu keamanan, itupun kalau diminta
oleh Pemprov dan Polisi," kata Gatot.
Selama ini, jika pemerintah memiliki hajatan
semisal pemilu ataupun kongres PSSI seperti
saat ini, TNI sifatnya hanya membantu
keamanan. "TNI itu stanby di barak, tapi selalu
siap on call kapanpun jika diminta bantuan,"
imbuhnya.
GH Sutedjo Calonkan Diri Jadi Waketum PSSI
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab)
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
Jakarta Utara, Gatot Haryo Sutedjo, menginginkan
adanya kemajuan prestasi di persepakbolaan
nasional. Caranya, menurut Sutedjo, harus ada
perubahan di kepengurusan PSSI di bawah
pimpinan Nurdin Halid.
Karena itu, dirinya menyatakan kesiapannya
untuk maju sebagai calon Wakil Ketua Umum
PSSI periode 2011/2015. Sejumlah program kerja,
diakuinya sudah disiapkan.
"Saya menyatakan siap tempur dalam pemilihan
Kongres nanti. sejumlah klub di Jakarta Timur
telah menyatakan dukungan. Meski demikian,
saya siap menang dan juga siap kalah, yang
penting PSSI nanti harus ada perubahan," katanya
kepada BOLA.NET, disela-sela Festival Sepakbola
Anak Gawang C dan D di Stadion Bea Cukai,
Jakarta, Minggu (3/4).
Sutedjo dikenal sudah cukup lama dalam
melakukan pembinaan sepakbola sejak 1984.
Dirinya menuturkan, akan memprioritaskan
pembinaan usia dini dalam kompetisi sepakbola
nasional. Sutedjo menyayangkan, banyak tokoh
sepakbola nasional selalu berteriak dan
melontarkan jargon pentingnya pembinaan usia
dini, namun tidak mengimplementasikannya di
lapangan.
Dia mengaku sudah lama berkecimpung dalam
pembinaan usia dini di Jakarta Timur. Sebagai
contoh, di Jakarta Timur Sutedjo bersama rekan-
rekannya menggiatkan kompetisi sepakbola mulai
U-10, U-12, U-14, U-17, hingga senior.
"Di Jakarta Timur kompetisi berbagai usia selalu
berjalan. Kalau ditotal, satu musimnya bisa digelar
hingga 300 pertandingan dan banyak pemain
nasional lahir dari sini seperti Maman dan Boy Jati
Asmara," lanjutnya.
Karena itu, dia menghimbau agar PSSI tidak lagi
melakukan program naturalisasi. Program ini
dianggap akan merusak pembinaan sepakbola
nasional.
Selain pembinaan usia dini, Sutedjo juga akan
menggagas digelarnya Kongres Pemain
Sepakbola Nasional, yang melibatkan pemain
yang sudah gantung sepatu ataupun yang masih
aktif. Selama ini, PSSI kurang mendengar aspirasi
dan masukan dari mereka, dan mereka tidak
mendapat hak suara dalam kongres.
"Masukan dari mereka amat penting, karena para
pemainlah yang langsung merasakan asam-
garam pertandingan, jadi mereka lebih tahu
sepakbola. Mantan pemain juga harus banyak
yang masuk dalam pengurus PSSI nantinya,"
tuturnya.
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
Jakarta Utara, Gatot Haryo Sutedjo, menginginkan
adanya kemajuan prestasi di persepakbolaan
nasional. Caranya, menurut Sutedjo, harus ada
perubahan di kepengurusan PSSI di bawah
pimpinan Nurdin Halid.
Karena itu, dirinya menyatakan kesiapannya
untuk maju sebagai calon Wakil Ketua Umum
PSSI periode 2011/2015. Sejumlah program kerja,
diakuinya sudah disiapkan.
"Saya menyatakan siap tempur dalam pemilihan
Kongres nanti. sejumlah klub di Jakarta Timur
telah menyatakan dukungan. Meski demikian,
saya siap menang dan juga siap kalah, yang
penting PSSI nanti harus ada perubahan," katanya
kepada BOLA.NET, disela-sela Festival Sepakbola
Anak Gawang C dan D di Stadion Bea Cukai,
Jakarta, Minggu (3/4).
Sutedjo dikenal sudah cukup lama dalam
melakukan pembinaan sepakbola sejak 1984.
Dirinya menuturkan, akan memprioritaskan
pembinaan usia dini dalam kompetisi sepakbola
nasional. Sutedjo menyayangkan, banyak tokoh
sepakbola nasional selalu berteriak dan
melontarkan jargon pentingnya pembinaan usia
dini, namun tidak mengimplementasikannya di
lapangan.
Dia mengaku sudah lama berkecimpung dalam
pembinaan usia dini di Jakarta Timur. Sebagai
contoh, di Jakarta Timur Sutedjo bersama rekan-
rekannya menggiatkan kompetisi sepakbola mulai
U-10, U-12, U-14, U-17, hingga senior.
"Di Jakarta Timur kompetisi berbagai usia selalu
berjalan. Kalau ditotal, satu musimnya bisa digelar
hingga 300 pertandingan dan banyak pemain
nasional lahir dari sini seperti Maman dan Boy Jati
Asmara," lanjutnya.
Karena itu, dia menghimbau agar PSSI tidak lagi
melakukan program naturalisasi. Program ini
dianggap akan merusak pembinaan sepakbola
nasional.
Selain pembinaan usia dini, Sutedjo juga akan
menggagas digelarnya Kongres Pemain
Sepakbola Nasional, yang melibatkan pemain
yang sudah gantung sepatu ataupun yang masih
aktif. Selama ini, PSSI kurang mendengar aspirasi
dan masukan dari mereka, dan mereka tidak
mendapat hak suara dalam kongres.
"Masukan dari mereka amat penting, karena para
pemainlah yang langsung merasakan asam-
garam pertandingan, jadi mereka lebih tahu
sepakbola. Mantan pemain juga harus banyak
yang masuk dalam pengurus PSSI nantinya,"
tuturnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
