Jakarta, Sekelompok massa
menggelar demonstrasi menentang pencalonan
George Toisutta sebagai ketua umum PSSI.
Sebagai perwira TNI, pria yang menjabat sebagai
KASAD itu diminta kembali ke barak.
Demo tersebut dilakukan oleh sekitar 200-an
orang pada Selasa (29/3/2011) sekitar pukul 11
siang. Sebagian besar mereka berpakaian bebas,
beberapa memakai seperti jaket kampus, ada
pula yang berpakaian loreng ala tentara.
Semula mereka hendak beraksi di depan Mabes
TNI AD di Jln. Medan Merdeka Utara, Jakarta, tapi
dilarang oleh polisi. Para demonstran akhirnya
melakukan orasi di depan kantor Depdagri, yang
tak jauh dari Mabes TNI AD.
Dalam orasinya mereka mengingatkan bahwa
funsi dan tugas TNI sudah jelas diatur dalam
Undang Undang No. 34 tahun 2004, salah
satunya adalah tidak boleh berpolitik praktis.
George Toisutta dianggap menyalahi aturan
hukum dan melakukan penyalahgunaan
kekuasaan apabila meneruskan niatnya mengikuti
bursa ketua umum PSSI.
Para pendemo yang menamakan dirinya Koalisi
TNI untuk Rakyat itu membuat tiga pernyataan
sikap: 1) TNI wajib kembali ke barak; 2) Pecat
George Toisutta sebagai KASAD; 3) Adili George
Toisutta karena telah melanggar UU No. 34/2004.
Dalam aksinya itu ada pendemo yang memakai
topeng wajah Presiden SBY, pengusaha Arifin
Panigoro da, George Toisutta. "Hai Jenderal, rebut
PSSI masak kalah sama NH?" Demikian salah satu
yang tertuang dalam poster yang mereka usung.
Selasa, 29 Maret 2011
PSSI: Menegpora Tak Punya Informasi Akurat
JAKARTA – Menteri Negara Pemuda dan
Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, makin
mengeluarkan sikap tegas kepada pengurus
PSSI saat ini. Sikap tegas tersebut sangat
disayangkan pengurus PSSI Asanul Kosasih.
Pengurus PSSI yang juga menjabat sebagai
anggota DPR dari Komisi XI ini, menilai
ketegasan Andi Mallarangeng selama ini
disebabkan karena informasi yang kurang kuat.
Akhirnya, Andi pun tidak punya data yang kuat
tentang kepengurusan PSSI.
“Saya kaget dengan pernyataan Pak Andi. Sikap
tegas dari beliau itu mungkin karena info-info
yang didapat beliau kurang berimbang. Sampai
tampak sekali emosi saat menyampaikan itu.
Tapi, kami menghargai ketegasan tersebut, ”
jelas Asanul Kosasih saat ditemui di Gedung
DPR RI, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
“Kami ada di dalam kepengurusan karena kami
diangkat pada Kongres 2003 dan 2007. PSSI
harus tetap ada meski tidak diakui pemerintah.
Kini tingal bagaimana implikasinya terhadap
pesepakbolaana dan pertandingan kita. Intinya,
kami sangat menghargai itu dan kami belum
menentukan sikap karena sedang sibuk dengan
RUU akuntan,” lanjut politisi dari partai
Demokrat ini.
Kosasih juga menjelaskan pihaknya tidak akan
memberikan perlawanan apa-apa, karena akan
makin memperkeruh masalah. PSSI memilih
untuk diam dengan semua pernyataan dari
berbagai pihak, dan akan menunggu sikap dari
Badan Sepakbola Dunia (FIFA).
Mengenai rencana pengambilalihan PSSI oleh
KONI, Kosasih menilai rencana tersebut akan
berimbas ke beragam masalah.
“Ini baru pertama kali terjadi jika diambil KONI.
Tapi, apakah ini sah dan diakui oleh FIFA?
Dimanapun menyelenggarakan pertandingan
mengatasnamakan PSSI. Tapi saya tetap yakin
dengan kondisi ini, FIFA pasti akan memberi
sanksi, ” lanjutnya.
“Semua pertandingan pasti terganggu. PSSI itu
mengurus BLI, dan BLI adalah bagian dari PSSI.
Jika PSSI dibekukan dan dibubarkan, maka
otomatis BLI tidak akan berani bersikap, ” tutup
Kosasih.
Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, makin
mengeluarkan sikap tegas kepada pengurus
PSSI saat ini. Sikap tegas tersebut sangat
disayangkan pengurus PSSI Asanul Kosasih.
Pengurus PSSI yang juga menjabat sebagai
anggota DPR dari Komisi XI ini, menilai
ketegasan Andi Mallarangeng selama ini
disebabkan karena informasi yang kurang kuat.
Akhirnya, Andi pun tidak punya data yang kuat
tentang kepengurusan PSSI.
“Saya kaget dengan pernyataan Pak Andi. Sikap
tegas dari beliau itu mungkin karena info-info
yang didapat beliau kurang berimbang. Sampai
tampak sekali emosi saat menyampaikan itu.
Tapi, kami menghargai ketegasan tersebut, ”
jelas Asanul Kosasih saat ditemui di Gedung
DPR RI, Jakarta, Selasa (29/3/2011).
“Kami ada di dalam kepengurusan karena kami
diangkat pada Kongres 2003 dan 2007. PSSI
harus tetap ada meski tidak diakui pemerintah.
Kini tingal bagaimana implikasinya terhadap
pesepakbolaana dan pertandingan kita. Intinya,
kami sangat menghargai itu dan kami belum
menentukan sikap karena sedang sibuk dengan
RUU akuntan,” lanjut politisi dari partai
Demokrat ini.
Kosasih juga menjelaskan pihaknya tidak akan
memberikan perlawanan apa-apa, karena akan
makin memperkeruh masalah. PSSI memilih
untuk diam dengan semua pernyataan dari
berbagai pihak, dan akan menunggu sikap dari
Badan Sepakbola Dunia (FIFA).
Mengenai rencana pengambilalihan PSSI oleh
KONI, Kosasih menilai rencana tersebut akan
berimbas ke beragam masalah.
“Ini baru pertama kali terjadi jika diambil KONI.
Tapi, apakah ini sah dan diakui oleh FIFA?
Dimanapun menyelenggarakan pertandingan
mengatasnamakan PSSI. Tapi saya tetap yakin
dengan kondisi ini, FIFA pasti akan memberi
sanksi, ” lanjutnya.
“Semua pertandingan pasti terganggu. PSSI itu
mengurus BLI, dan BLI adalah bagian dari PSSI.
Jika PSSI dibekukan dan dibubarkan, maka
otomatis BLI tidak akan berani bersikap, ” tutup
Kosasih.
Minggu, 20 Maret 2011
Terkait LPI, PSSI Sudah Hukum 110 Orang
JAKARTA - Komisi Disiplin PSSI kembali mengumumkan 57 daftar terhukum baru yang terlibat aktif dalam Liga Primer Indonesia (LPI) sehingga total menjadi 110 orang. Dari data yang diperoleh Direktorat Media PSSI, ada sekitar 57 daftar terhukum baru yang dikeluarkan melalui SK Komdis tanggal 7 Maret 2011, dikutip dari situs resmi PSSI, Ahad (20/3).
Sebelumnya, pada 18 Februari lalu, Komdis telah lebih dulu merilis 53 daftar para terhukum yang terdiri dari perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Total daftar terhukum tersebut saat ini menjadi 110. "Komdis berusaha menegakkan kedaulatan sepak bola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan.
"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepak bola," katanya.
Sejumlah nama yang dilarang ikut serta dalam kegiatan PSSI diantaranya, Arifin Panigoro (penggagas dan pendukung LPI), Sartono Anwar (pelatih), Timo Scheuneman (pelatih), Jose Basualdo (pelatih), Jorg Steinbruner (pelatih) dan Willy Scheepers (pelatih).
Sebelumnya, pada 18 Februari lalu, Komdis telah lebih dulu merilis 53 daftar para terhukum yang terdiri dari perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Total daftar terhukum tersebut saat ini menjadi 110. "Komdis berusaha menegakkan kedaulatan sepak bola atas upaya pihak-pihak tertentu yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola tanpa mematuhi aturan FIFA. Semua pihak yang terlibat dihukum karena melakukan tingkah-laku buruk terhadap PSSI dan FIFA," kata Ketua Komdis PSSI Hinca Pandjaitan.
"Apa yang dilakukan Komdis PSSI adalah untuk menjaga kedaulatan FIFA sebagai pemilik tunggal sepak bola," katanya.
Sejumlah nama yang dilarang ikut serta dalam kegiatan PSSI diantaranya, Arifin Panigoro (penggagas dan pendukung LPI), Sartono Anwar (pelatih), Timo Scheuneman (pelatih), Jose Basualdo (pelatih), Jorg Steinbruner (pelatih) dan Willy Scheepers (pelatih).
PSSI Berencana Gelar Pelatihan Pengawas Pertandingan
Makassar — Sukses menggelar pelatihan wasit lisensi C-1, C-2 dan C-3 selama sepekan yang berakhir kemarin, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sulawesi Selatan, kembali berencana mengadakan pelatihan pengawas
pertandingan. “Kami rencanakan bulan depan,” kata anggota Biro Perwasitan PSSI Sulsel, Muhammad Arfah, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (20/3).
Pada pelatihan itu nanti, bukan hanya peserta dari Sulawesi Selatan yang akan ikut tetapi juga peserta dari luar. Sekarang ini saja, kata pengawas pertandingan nasional ini, sudah ada peserta dari Papua yang menyatakan keinginannya untuk bergabung.
Pada pelatihan itu nanti, bukan hanya peserta dari Sulawesi Selatan yang akan ikut tetapi juga peserta dari luar. Sekarang ini saja, kata pengawas pertandingan nasional ini, sudah ada peserta dari Papua yang menyatakan keinginannya untuk bergabung.
Arfah menjelaskan, pengawas pertandingan mengamati pada saat sebelum, selama dan sesudah pertandingan digelar. Posisi duduk pengawas berada di dalam stadion pertandingan. Hal-hal yang bermotif kecurangan di lapangan akan dilaporkan ke pengurus sepak bola tingkat PSSI provinsi, yang selanjutnya akan diteruskan ke PSSI pusat.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk ikut pelatihan pengawas pertandingan, yakni telah mengantongi sertifikat wasit lisensi C-1, C-2, dan C-3. Setiap peserta akan kenakan kontribusi untuk biaya akomodasi selama pelatihan berlangsung. “Pastinya akan dikenai biaya. Untuk batas maksimum umurnya sekitar 65 tahun,” ujar Arfah.
Tujuan diadakan pelatihan pengawas pertandingan tersebut, kata Ketua Tanjung Bunga FC, salah satu klub binaan PSM Makassar ini, agar dapat tercipta sumber daya manusia yang lebih mengedepankan dan menerapkan etika serta aturan pengawasan di lapangan.
Inilah Daftar Lengkap Penerima Hukuman Komdis PSSI
Jakarta - Berikut ini adalah ke 57 nama para terhukum baru yang dirils Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Mereka semua dihukum karena terlibat aktif dalam Liga Primer Indonesia (LPI) yang oleh Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) disebut sebagai liga sempalan.
Data terbaru itu dirilis oleh Komdis PSSI melalui situs resmi PSSI. Daftar itu memuat 57 nama terhukum baru berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI melalui SK Komdis tertanggal 7 Maret 2011.
Sebelumnya, pada 18 Februari silam Komdis PSSI telah merilis 53 daftar para terhukum yang meliputi perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Dengan rilis terbaru, total yang masuk daftar terhukum menjadi 110 orang.
Menurut penuturan Ketua Komdis PSSI Dr Hinca Pandjaitan, ACCS, SH yang dilansir dari laman resmi PSSI, hukuman itu diberikan karena nama-nama yang masuk daftar tersebut dianggap melakukan tingkah laku buruk terhadap PSSI dan FIFA.
Untuk wasit yang terlibat dalam LPI, Komdis menghukumnya dengan pencabutan Sertifikat Wasit dan sertifikat lainnya serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola diseluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI.
Sedangkan, untuk pengawas pertandingan yang terlibat aktif dalam LPI mendapatkan hukuman pencabutan Sertifikat Pengawas Pertandingan dan sertifikat lainnya serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI.
Komdis PSSI juga menghukum pelatih yang terlibat LPI dengan melarang mereka ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang di dalam yurisdiksi PSSI. Adapun bagi asisten pelatih, selain larangan ikut serta dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI, mereka juga menerima hukuman tambahan yakni pencabutan Sertifikat Pelatih Sepakbola dan sertifikat lainnya.
Bagi instruktur wasit yang terlibat LPI mendapatkan hukuman pencabutan Sertifikat Instruktur Wasit, Sertifikat Wasit dan sertifikat lainnya serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI.
Inilah Daftar Lengkap Penerima Hukuman Komdis PSSI:
ARIFIN PANIGORO (Penggagas dan pendukung LPI)
SUKRI (Wasit)
NURHASAN (Wasit)
MUKLIS ALI FATONI (Wasit)
TAVIP DWI HANDOYO (Wasit)
SETYO WALUYO (Pengawas Pertandingan)
TAUFIK (Wasit)
WASKITO BEKTI (Wasit)
I MADE MUDITE (Wasit)
HERI KUSTANTO (Wasit)
AZIS (Wasit)
KARYANTO SUYONO (Pengawas Pertandingan)
MUHADI (Wasit)
R.A. MAS AGUS (Wasit)
EDI SUPRAPTO (Wasit)
SAMSUL HUDA (Wasit)
AGUS WINARDI (Wasit)
ACHMAD ROMDHON (Wasit)
IWAN SURYONO (Wasit)
ABDUL SYUKUR (Pengawas Pertandingan)
SUROSO (Wasit)
HARIS (Wasit)
SUNARYO JOKO (Wasit)
DEDE SARIPUDIN (Wasit)
TUKIMIN (Pengawas Pertandingan)
EKO P. (Wasit)
AJIS W. (Wasit)
EDI W. (Wasit)
JOHANIS JONI (Wasit)
SOPUAN (Wasit)
AKHYAR (Wasit)
SONNY ALESANDRO (Wasit)
SAMUEL SUYOTO (Wasit)
MUHARDI (Wasit)
SARTONO ANWAR (Pelatih)
HONG WIDODO (Asisten Pelatih)
KUSBIANTORO (Asisten Pelatih)
BAMBANG WIJANARKO (Asisten Pelatih)
AGUS ATHA (Asisten Pelatih)
AGUS SURYANTO (Pelatih)
SUTARMO (Asisten Pelatih)
MIKA (Asisten Pelatih)
SUWANDA (Asisten Pelatih)
DJOKO IRIANTO (Asisten Pelatih)
MUDJIANTO (Asisten Pelatih)
EDI PARYONO (Pelatih)
UNGGUL VIRGOLO (Asisten Pelatih)
SUPRIYADI (Asisten Pelatih)
ACHMAD (Asisten Pelatih)
M. ARIEF (Asisten Pelatih)
DENI PASLAH (Asisten Pelatih)
MADE SONY (Asisten Pelatih)
TIMO SCHEUNEMAN (Pelatih)
JOSE BASUALDO (Pelatih)
JORG STEINEBRUNER (Pelatih)
WILLY SCHEEPERS (Pelatih)
RAFLI RAZAK (Instruktur Wasit).
Data terbaru itu dirilis oleh Komdis PSSI melalui situs resmi PSSI. Daftar itu memuat 57 nama terhukum baru berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI melalui SK Komdis tertanggal 7 Maret 2011.
Sebelumnya, pada 18 Februari silam Komdis PSSI telah merilis 53 daftar para terhukum yang meliputi perangkat pertandingan, wasit, pelatih, dan pemain asing. Dengan rilis terbaru, total yang masuk daftar terhukum menjadi 110 orang.
Menurut penuturan Ketua Komdis PSSI Dr Hinca Pandjaitan, ACCS, SH yang dilansir dari laman resmi PSSI, hukuman itu diberikan karena nama-nama yang masuk daftar tersebut dianggap melakukan tingkah laku buruk terhadap PSSI dan FIFA.
Untuk wasit yang terlibat dalam LPI, Komdis menghukumnya dengan pencabutan Sertifikat Wasit dan sertifikat lainnya serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola diseluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI.
Sedangkan, untuk pengawas pertandingan yang terlibat aktif dalam LPI mendapatkan hukuman pencabutan Sertifikat Pengawas Pertandingan dan sertifikat lainnya serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI.
Komdis PSSI juga menghukum pelatih yang terlibat LPI dengan melarang mereka ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang di dalam yurisdiksi PSSI. Adapun bagi asisten pelatih, selain larangan ikut serta dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI, mereka juga menerima hukuman tambahan yakni pencabutan Sertifikat Pelatih Sepakbola dan sertifikat lainnya.
Bagi instruktur wasit yang terlibat LPI mendapatkan hukuman pencabutan Sertifikat Instruktur Wasit, Sertifikat Wasit dan sertifikat lainnya serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepakbola di seluruh jenjang didalam yurisdiksi PSSI.
Inilah Daftar Lengkap Penerima Hukuman Komdis PSSI:
ARIFIN PANIGORO (Penggagas dan pendukung LPI)
SUKRI (Wasit)
NURHASAN (Wasit)
MUKLIS ALI FATONI (Wasit)
TAVIP DWI HANDOYO (Wasit)
SETYO WALUYO (Pengawas Pertandingan)
TAUFIK (Wasit)
WASKITO BEKTI (Wasit)
I MADE MUDITE (Wasit)
HERI KUSTANTO (Wasit)
AZIS (Wasit)
KARYANTO SUYONO (Pengawas Pertandingan)
MUHADI (Wasit)
R.A. MAS AGUS (Wasit)
EDI SUPRAPTO (Wasit)
SAMSUL HUDA (Wasit)
AGUS WINARDI (Wasit)
ACHMAD ROMDHON (Wasit)
IWAN SURYONO (Wasit)
ABDUL SYUKUR (Pengawas Pertandingan)
SUROSO (Wasit)
HARIS (Wasit)
SUNARYO JOKO (Wasit)
DEDE SARIPUDIN (Wasit)
TUKIMIN (Pengawas Pertandingan)
EKO P. (Wasit)
AJIS W. (Wasit)
EDI W. (Wasit)
JOHANIS JONI (Wasit)
SOPUAN (Wasit)
AKHYAR (Wasit)
SONNY ALESANDRO (Wasit)
SAMUEL SUYOTO (Wasit)
MUHARDI (Wasit)
SARTONO ANWAR (Pelatih)
HONG WIDODO (Asisten Pelatih)
KUSBIANTORO (Asisten Pelatih)
BAMBANG WIJANARKO (Asisten Pelatih)
AGUS ATHA (Asisten Pelatih)
AGUS SURYANTO (Pelatih)
SUTARMO (Asisten Pelatih)
MIKA (Asisten Pelatih)
SUWANDA (Asisten Pelatih)
DJOKO IRIANTO (Asisten Pelatih)
MUDJIANTO (Asisten Pelatih)
EDI PARYONO (Pelatih)
UNGGUL VIRGOLO (Asisten Pelatih)
SUPRIYADI (Asisten Pelatih)
ACHMAD (Asisten Pelatih)
M. ARIEF (Asisten Pelatih)
DENI PASLAH (Asisten Pelatih)
MADE SONY (Asisten Pelatih)
TIMO SCHEUNEMAN (Pelatih)
JOSE BASUALDO (Pelatih)
JORG STEINEBRUNER (Pelatih)
WILLY SCHEEPERS (Pelatih)
RAFLI RAZAK (Instruktur Wasit).
Langganan:
Postingan (Atom)
