Powered By Blogger

Minggu, 20 Maret 2011

Kongres PSSI Bakal Digelar di Pekanbaru

JAKARTA - Kabar soal dimana lokasi tempat kongres PSSI bakal digelar mulai santer berhembus. Sejumlah Pengprov PSSI pun menyatakan siap menjadi tuan rumah digelarnya kongres memilih Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 mendatang.

Yang paling terakhir, pernyataan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes pada sejumlah media massa, Jumat (18/3/2011). Nugraha Besoes mengatakan, kemungkinan besar kongres PSSI tersebut bakal digelar di Pekanbaru, Riau.

Tentu saja, jika itu benar, maka Kongres pertama PSSI di kota tersebut adalah untuk membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding PSSI. Nugraha Besoes mengatakan, Kongres yang akan digelar 26 Maret mendatang itu akan berjalan sesuai electoral code FIFA.

Sebelum keluar nama Pekanbaru, beberapa kota sempat disebut-sebut akan dijadikan lokasi untuk Kongres. Misalnya Balikpapan dan Bali, yang kemarin menjadi tempat kongres tahunan PSSI. Saat ini, PSSI sendiri mengaku telah menerjunkan tim khusus untuk menyiapkan Kongres tersebut.

Kongres PSSI Diminta Happy Ending

Jakarta: Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga bersama KONI/KOI resmi mendukung kongres PSSI. Menegpora Andi Alifian Mallarangeng bilang sebenarnya lebih suka kongres PSSI satu saja supaya ujungnya bagus.

Dukungan juga disampaikan Ketua KONI/ KOI, Rita Subowo. Andi menggarisbawahi, kongres harus berjalan sesuai statuta FIFA.

"Kongresnya biar satu, bersama-sama, yang penting sesuai dengan aturan standar electoral Code dan FIFA," cetus Andi.

Lelaki darah Sulawesi Selatan itu menambahkan, "Ikuti saja statuta FIFA, karena statuta itu sudah sesuai semangatnya dengan aturan perundang-undangan Indonesia dan ketentuan olahraga di KONI-KOI. Jadi, pemerintah ikut mengawasi selama dilakukan sesuai dengan aturan-aturan negeri ini maupun aturan FIFA, maka kongres akan berjalan dengan baik, happy ending".

Seirama itu Rita tidak setuju diadakan kongres tandingan. Bagi dia, yang ada bukannya masalah terselesaikan. Justru bertambah rumit.

"Saya kira itu jelas arahannya bahwa kongres itu bersifat internal, jadi federasi nasional yang diakui FIFA itu adalah PSSI. Jadi kalau memang ada anggotanya yang memang aktif dan ingin apa pun yang diinginkan, apakah itu reformasi, apakah itu tetap kepada situasi yang sekarang, semua aspirasi itu harus dilakukan di dalam (PSSI). Jadi, jangan melaksanakan lagi kongres-kongres lain nanti yang akan merepotkan kita," terang Rita.

Menpora & KONI Dukung PSSI Gelar Kongres

Andi Mallarangeng dan Rita Subowo lebih setuju tidak ada kongres tandingan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dan Ketua KONI/KOI Rita Subowo, menyatakan bahwa mereka mendukung penuh PSSI yang resmi untuk menggelar kongres yang akan menentukan masa depan PSSI.

Menpora menyatakan bahwa dirinya lebih senang kongres PSSI hanya ada satu, tetapi Andi menggarisbawahi bahwa kongres yang dilaksanakan harus sesuai dengan  standar electoral Code FIFA dan statuta FIFA.

"Kongresnya biar satu, bersama-sama, yang penting sesuai dengan aturan standar electoral Code dan FIFA. "Ikuti saja statusta FIFA, karena statuta itu sudah sesuai semangatnya dengan aturan perundang-undangan Indonesia dan ketentuan olahraga di KONI-KOI. Jadi, pemerintah ikut mengawasi selama dilakukan sesuai dengan aturan-aturan negeri ini maupun aturan FIFA, maka kongres akan berjalan dengan baik, happy ending," ujar Andi.

Sementara itu, Rita Subowo, juga sependapat dengan Andi. Ketua KONI/KOI tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak setuju apabila diadakan kongres tandingan karena masalah yang ada bukan terselesaikan tetapi bertambah rumit.

"Saya kira itu jelas arahannya bahwa kongres itu bersifat internal, jadi federasi nasional yang diakui FIFA itu adalah PSSI. Jadi kalau memang ada anggotanya yang memang aktif dan ingin apa pun yang diinginkan, apakah itu reformasi, apakah itu tetap kepada situasi yang sekarang, semua aspirasi itu harus dilakukan di dalam (PSSI). Jadi, jangan melaksanakan lagi kongres-kongres lain nanti yang akan merepotkan kita," ujar Rita Subowo.

Hukuman Komisi Banding PSSI Bagian Skenario Jegal Arifin Panigoro

JAKARTA - Rilis hukuman PSSI terhadap nama-nama yang terlibat dalam Liga Primer Indonesia (LPI) dinilai kubu LPI sebagai upaya PSSI menjegal orang-orang yang menghendaki perubahan, yang ingin bersaing dengan Nurdin Halid dalam pemilihan Ketua Umum PSSI mendatang.

Pasalnya, salah satu nama, yakni penggagas LPI itu sendiri, Arifin Panigoro merupakan salah seorang kandidat yang dicalonkan untuk menggusur posisi Nurdin Halid dari kursi kepengurusan. Juru bicara LPI, Abi Hasantoso menilai, rilis komding PSSI yang menjatuhkan hukuman super berat tersebut erat kaitannya dengan agenda kongres PSSI mendatang.

Dengan menghukum Arifin Panigoro dengan melarang bos LPI tersebut berkiprah di dunia sepakbola, berarti PSSI telah menutup pintu dengan paksa untuk masuknya Arifin Panigoro ke dalam PSSI. Sikap PSSI tersebut kemudian dianggap sebagai tindakan kebablasan dan menghalalkan segala cara oleh kubu Arifin Panigoro.

"Itu keputusan yang dibuat-buat. Tentu saja keputusan tersebut erat kaitannya dengan upaya untuk menjegal nama Arifin Panigoro," ujar Abi Hasantoso, saat dikonfirmasi, Minggu (20/3/2011).

Abi mengatakan, sebetulnya langkah Komding PSSI memberi hukuman tersebut adalah cerminan kegelisahan dan ketakutan PSSI di bawah komando mantan terpidana kasus korupsi, Nurdin Halid, terhadap kondisi yang terjadi. Sikap tersebut dinilai sangat tidak elegan jika hanya berambisi menjegal Arifin Panigoro.

"Pak AP tak pernah berambisi jadi Ketua Umum PSSI. Hanya saja, dia memang mendukung adanya upaya revolusi kepemimpinan di tubuh PSSI, dengan mendukung secara total football untuk Pak George Toisutta," ujar Abi.

PSSI Hanya Akan Undang Anggota

Jakarta: Sesuai perintah FIFA, PSSI akan segera menggelar kongres. Menurut Sekjen PSSI Nugraha Besoes, langkah awal PSSI akan membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding. Tiga kota sempat menjadi pilihan. Namun Kota Pekanbaru, Riau, akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah pembentukan kedua komite yang rencananya dilakukan pada 26 Maret mendatang. Sedangkan pemilihan Komite Eksekutif digelar akhir April.

Sebagai pemegang otoritas persepakbolaan nasional, PSSI menegaskan hanya akan mengundang anggotanya yang memiliki hak suara. Namun, sejumlah pengamat sepakbola yang juga pernah menjadi pengurus PSSI berkata lain. Edi Elison, pengamat sepakbola, mengatakan, PSSI tidak bisa bilang tidak mau karena anggota tersebut harus diundang dan mempunyai hak suara. Sedangkan Menpora Andi Mallarangeng menegaskan bahwa kongres harus bersama dan bersatu. "Dan yang penting harus berdasarkan statuta FIFA," kata Menpora.

Tampaknya kisruh PSSI belum akan berujung sepanjang kedua pihak yang konsen dengan persepakbolaan Tanah Air masih juga berpegang pada prinsip masing-masing dan mengklaim bersandar pada statuta FIFA.