Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu.
Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.
Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!
Mami, … aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.
Mami, … aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.
Mami, … aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta
Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.
Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster…. suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!
Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.
Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya … lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring “… You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey …” Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.
You never know, dear, How much I love you. Please don’t take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, … terus Michael! teruskan sayang! … bisik ibunya … The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands … dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur … I’ll always love you and make you happy, if you will only stay the same … Sang adik kelihatan begitu tenang … sangat tenang.
Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan … adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai … lalu tertidur lelap.
Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.
Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan “How much I love you”.
Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil “Michael” untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.
Note:
Kadang hal-hal yang menentukan … dalam diri orang lain … Datang dari seseorang yang kita anggap lemah … Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan … maka bukalah mata hati kita mana tahu yang datang itu adalah pertolongan dari Tuhan sekalipun datangnya dalam wujud yang lain.
Sabtu, 05 Februari 2011
PENDIRI AREMA INGIN DAMAI SAMA BONEK DAN PERSIK
Malang (beritajatim.com) – Salah satu pendiri Arema benar-benar rindu akan perdamaian suporter di Jatim yang selama ini sering terlibat konflik. Khususnya, suporter dari tiga kota yakni Malang, Kediri dan Surabaya.
"Saya sudah rindu kedamaian, saya sangat setuju Persikmania, Bonek dan Aremania berdamai. Saya setuju ide Polresta Kediri yang ingin mempertemukan tiga suporter itu. Tapi, syratnya harus ditempat yang netral," kata pendiri Arema, Lucky Acub Zainal, yang karib disapa Sam Ikul itu kepada beritajatim.com, Selasa (1/2/2011), di rumahnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap, agar pertemuan itu tidak hanya berbentuk nota damai bersifat secara tertulis. "Kata damai dari masing-masing suporter itu, harus berlandaskan dari hati masing-masing suporter. Betul-betul ada keinginan untuk damai. Tidak hanya sekedar pertemuan semata," jelasnya.
Kata damai itu, beber Sam Ikul, tidah harus saling peluk mesra, berangkulan satu sama lainnya. Saling menghormati dan tidak berbuat anarkis dan berbuat ulah yang merugikan banyak kalangan itu sudah lebih dari kata damai. "Saat ini tidak demikian. Dengan tegas, saya sangat setuju ide kepolisian Kota Kediri itu yang akan mendamaikan Persikmania, Bonek dan Aremania. Aremania harus siap hadir," katanya.
Lebih lanjut, Sam Ikul berharap, pertemuan tersebut harus didukung oleh semua pihak. Terutama pihak manajemen di masing-masing klub. "Kalau perlu, saya yang akan turun sendiri hadir ke pertemuan tersebut. Bahkan, saya siap turun menjelaskan kepada masyarakat di sekitar stasiun di Kediri," tegasnya.
Upaya untuk mendamaikan suporter, kata Sam Ikul, tidah hanya datang dari pihak kepolisian dan para suporter, namun juga ada upaya dari pihak manajemen. "Seharusnya, pihak manajemen harus selalu berupaya bagaimana masing-masing suporter berdamai. Karena bukan hal mustahil antar suporter itu bisa berdamai," katanya.
Kalau permusuhan antar suporter tidak segera diselesaikan, kata Sam Ikul, sangat berbahaya. Makanya, harus segera diselesaikan. Pertama jelasnya, harus dilakukan dialog, lalu peran aktif dari pemerintahan setempat. "Jangan sampai ada kata lha opo ketemu Bonek, lha opo ketemu Aremania, sikap dan perkataan demikian harus ditiadakan," katanya tegas.
Saat ini, cerita Sam Ikul, ulah para suporter sudah keterlaluan. Bukan hanya saling lembar dan saling ejek, tapi sudah saling bunuh, hal itulah yang sangat berbahaya. "Saya sudah kesel, capek mendengar dan melihat ulah suporter saat ini. Harus mulai membuka lembaran baru dengan komitmen damai," ajaknya.
Dia juga memberikan solusi, untuk mendamaikan suporter di Indonesia itu, cukup diambil tiga lintas. Yakni, Viking (Persib Bandung), Bonek (Persebaya 1927), dan Aremania (Arema Malang). "Kalau ketiganya sudah berdamai, suporter lainnya juga akan ikut berdamai. Ketiga suporter itu yang harus didamaikan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Korwil Aremania Stasiun Kota Baru, Tembel, saat dihubungi beritajatim.com, menolak untuk berdamai dengan Persikmania, dan Bonekmania. Alasannya, pertemuan yang akan digagas pihak Kepolisian Kota Kediri itu tak akan mampu mendamaikan ketiga suporter itu.
"Yang jelas, Aremania menolak pertemuan itu. Dan lagi, ngapain ada bonek segala. Kasus pelemparan di Kediri itu bukan dengan bonek. Ngapain melibatkan bonek segala. Mari masing-masing suporter evaluasi diri. Persikmania harus banyak belajar ke Deltamania," ujarnya Tembel. [ain/kun]
"Saya sudah rindu kedamaian, saya sangat setuju Persikmania, Bonek dan Aremania berdamai. Saya setuju ide Polresta Kediri yang ingin mempertemukan tiga suporter itu. Tapi, syratnya harus ditempat yang netral," kata pendiri Arema, Lucky Acub Zainal, yang karib disapa Sam Ikul itu kepada beritajatim.com, Selasa (1/2/2011), di rumahnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap, agar pertemuan itu tidak hanya berbentuk nota damai bersifat secara tertulis. "Kata damai dari masing-masing suporter itu, harus berlandaskan dari hati masing-masing suporter. Betul-betul ada keinginan untuk damai. Tidak hanya sekedar pertemuan semata," jelasnya.
Kata damai itu, beber Sam Ikul, tidah harus saling peluk mesra, berangkulan satu sama lainnya. Saling menghormati dan tidak berbuat anarkis dan berbuat ulah yang merugikan banyak kalangan itu sudah lebih dari kata damai. "Saat ini tidak demikian. Dengan tegas, saya sangat setuju ide kepolisian Kota Kediri itu yang akan mendamaikan Persikmania, Bonek dan Aremania. Aremania harus siap hadir," katanya.
Lebih lanjut, Sam Ikul berharap, pertemuan tersebut harus didukung oleh semua pihak. Terutama pihak manajemen di masing-masing klub. "Kalau perlu, saya yang akan turun sendiri hadir ke pertemuan tersebut. Bahkan, saya siap turun menjelaskan kepada masyarakat di sekitar stasiun di Kediri," tegasnya.
Upaya untuk mendamaikan suporter, kata Sam Ikul, tidah hanya datang dari pihak kepolisian dan para suporter, namun juga ada upaya dari pihak manajemen. "Seharusnya, pihak manajemen harus selalu berupaya bagaimana masing-masing suporter berdamai. Karena bukan hal mustahil antar suporter itu bisa berdamai," katanya.
Kalau permusuhan antar suporter tidak segera diselesaikan, kata Sam Ikul, sangat berbahaya. Makanya, harus segera diselesaikan. Pertama jelasnya, harus dilakukan dialog, lalu peran aktif dari pemerintahan setempat. "Jangan sampai ada kata lha opo ketemu Bonek, lha opo ketemu Aremania, sikap dan perkataan demikian harus ditiadakan," katanya tegas.
Saat ini, cerita Sam Ikul, ulah para suporter sudah keterlaluan. Bukan hanya saling lembar dan saling ejek, tapi sudah saling bunuh, hal itulah yang sangat berbahaya. "Saya sudah kesel, capek mendengar dan melihat ulah suporter saat ini. Harus mulai membuka lembaran baru dengan komitmen damai," ajaknya.
Dia juga memberikan solusi, untuk mendamaikan suporter di Indonesia itu, cukup diambil tiga lintas. Yakni, Viking (Persib Bandung), Bonek (Persebaya 1927), dan Aremania (Arema Malang). "Kalau ketiganya sudah berdamai, suporter lainnya juga akan ikut berdamai. Ketiga suporter itu yang harus didamaikan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Korwil Aremania Stasiun Kota Baru, Tembel, saat dihubungi beritajatim.com, menolak untuk berdamai dengan Persikmania, dan Bonekmania. Alasannya, pertemuan yang akan digagas pihak Kepolisian Kota Kediri itu tak akan mampu mendamaikan ketiga suporter itu.
"Yang jelas, Aremania menolak pertemuan itu. Dan lagi, ngapain ada bonek segala. Kasus pelemparan di Kediri itu bukan dengan bonek. Ngapain melibatkan bonek segala. Mari masing-masing suporter evaluasi diri. Persikmania harus banyak belajar ke Deltamania," ujarnya Tembel. [ain/kun]
Marilah bersama2 mengambil maknanya..
Kata-kata ini seperti 10 Hukum Taurat untuk diikuti sepanjang hidup.
1. Doa bukanlah "ban serap" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah,tapi adalah "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.
2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? Karenamasa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi membutuhkan waktu tahunan untuk menulisnya.
4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah,jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.
6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang, sayang, itu hanyalah bengkokan, bukan akhir!
7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada St. Anthony : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya, kehilangan visimu!"
9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan gembira, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini. Jika kamu menikmatinya, mohon mengirimkan ke orang lain. Karena akan mencerahkan hari seseorang...
1. Doa bukanlah "ban serap" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah,tapi adalah "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.
2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil? Karenamasa lalu kita tidak sepenting masa depan kita. Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.
3. Pertemanan itu seperti sebuah buku. Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi membutuhkan waktu tahunan untuk menulisnya.
4. Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah,jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.
5. Teman lama adalah emas! Teman baru adalah berlian! Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.
6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dari atas dan berkata " Tenang, sayang, itu hanyalah bengkokan, bukan akhir!
7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.
8. Seorang buta bertanya pada St. Anthony : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya, kehilangan visimu!"
9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan gembira, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.
10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini. Jika kamu menikmatinya, mohon mengirimkan ke orang lain. Karena akan mencerahkan hari seseorang...
Nilai Sia-sia, Aremania Tolak Ajakan Damai Persikmania-Bonek
Malang (beritajatim.com) – Niat baik Polresta Kediri ingin mendamaikan suporter sepakbola, terutama Aremania dengan Persikmania dan Bonek, sepertinya bertepuk sebelah tangan.
Pasalnya, meski niat tersebut cukup baik, namun bagi Aremania gagasan itu hanya akan sia-sia saja. Maka dari itu, pihak Aremania memastikan tidak akan hadir dalam acara yang rencananya digelar pekan ini di Mapolresta Kediri.
Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, Polresta Kediri berencana mempertemuan suporter Persik Kediri (Persikmania), suporter Arema Malang (Aremania) dan suporter Persebaya 1927 (Bonekmania) pasca terjadi insiden kerusuhan di Stasiun Kereta Api Kota Kediri, dimana rombongan Aremania yang hendak pulang ke Malang dilempari batu oleh oknum Persikmania.
"Kami akan segera mengagendakan pertemuan tiga wilayah itu. Kami tidak ingin aksi saling serang antara pendukung klub sepak bola ini terjadi secara terus-menerus dan tidak ada solusinya," kata Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi, Selasa (11/1/2011) lalu.
Rencanannya, tiga elemen suporter itu akan diminta membuat kesepakatan damai untuk mencegah bentrokan yang kerap terjadi di sepanjang jalur kereta api. "Tujuan kami hanya ingin mendamaikan mereka. Kami sudah mengundang masing-masing koordinator suporter," akunya.
Namun, setelah beritajatim.com mencoba menghubngi salah satu Korwil Aremania di Kota Malang, yakni koorwil Aremania Stasiun Kota Baru, Tembel, pada Senin (31/1/2011) sore, pihaknya mengaku tak pernah dihubungi dan menerima undangan pertemuan tersebut.
"Di Aremania itu tak ada ketuanya. Undangan itu ditujukan kepada siapa. Saya tidak menerima. Dan yang jelas, saya pribadi tidak mau. Begitu juga Aremania lainnya. Saya tidak tahu kalau Aremania ada yang mau hadir. Monggo kalau ada Aremania yang mau hadir," katanya.
Tembel mengaku, pertemuan sejenis sudah sering dilakukan. Namun hasilnya nihil. "Malang-Subaya sudah sering melakukan pertemuan. Saat pak Da'i Bakhtiar jadi Kapolda Jatim, sudah pernah ada pertemuan. Tapi tak ada hasilnya. Apalagi yang menggelar pertemuan sekelas Polresta," katanya.
Yang sulit untuk berdamai itu, aku Tembel, pada ditingkat grass root. "Yang jelas, secara pribadi, saya tidak terima. Sebaiknya tak usah pertemuan, namun, masing-masing suporter harus melakukan evaluasi diri. Persikmania, harus belajar sama Deltamania, yang saat ini sudah berdamai dengan Aremania. Dulu bermusuhan, kenapa sekarang bisa damai," katanya.
Dulu, kata Tembel, Aremania sudah berupaya untuk berdamai dengan Persikmania. Namun, Persikmania yang tetap menganggap Aremania musuh. Padahal, pada pembakaran Stadion Brawijaya oleh Aremania pada Liga Indonesia, Januari 2007 silam, Aremania hanya brutal di dalam stadion, tidak melakukan kerusuhan di luar stadion.
Yang terpenting, kata Tembel, masing-masing suporter itu sama-sama menghilangkan provokasi. "Misalnya, saat mau masuk ke Kediri, ada spanduk bertuliskan 'Kediri Kuburan Aremania'. Provokasi seperti itu harus ditiadakan," harapnya.
Tidak usah pertemuan tersebut, pertemuan yang digagas oleh suporter Indonesia, tambah tembel, seperti menggelar Jambore suporter Indonesia di Bogor, dan pertemuan lainnya, hasilnya masih saja nihil.
"Yang jelas, Aremania menolak pertemuan itu. Dan lagi, ngapain ada Bonek segala. Kasus pelemparan di Kediri itu bukan dengan Bonek. Ngapain melibatkan Bonek segala. Mari masing-masing suporter evaluasi diri. Persikmania harus banyak belajar ke Deltamania," ujarnya. [ain/kun]
NB : AREMANIA SUPORTER MUNAFIK SEDUNIA KATANYA SIH CUMA KATANYA SUPORTER CINTA DAMAI DAN TERBAIK DI INDONESIA KAMI GAK AKAN BERDAMAI SAMA SUPORTER MUNAFIK NAJIS COK.
Pasalnya, meski niat tersebut cukup baik, namun bagi Aremania gagasan itu hanya akan sia-sia saja. Maka dari itu, pihak Aremania memastikan tidak akan hadir dalam acara yang rencananya digelar pekan ini di Mapolresta Kediri.
Seperti diberitakan beritajatim.com sebelumnya, Polresta Kediri berencana mempertemuan suporter Persik Kediri (Persikmania), suporter Arema Malang (Aremania) dan suporter Persebaya 1927 (Bonekmania) pasca terjadi insiden kerusuhan di Stasiun Kereta Api Kota Kediri, dimana rombongan Aremania yang hendak pulang ke Malang dilempari batu oleh oknum Persikmania.
"Kami akan segera mengagendakan pertemuan tiga wilayah itu. Kami tidak ingin aksi saling serang antara pendukung klub sepak bola ini terjadi secara terus-menerus dan tidak ada solusinya," kata Wakapolresta Kediri Kompol Kuwadi, Selasa (11/1/2011) lalu.
Rencanannya, tiga elemen suporter itu akan diminta membuat kesepakatan damai untuk mencegah bentrokan yang kerap terjadi di sepanjang jalur kereta api. "Tujuan kami hanya ingin mendamaikan mereka. Kami sudah mengundang masing-masing koordinator suporter," akunya.
Namun, setelah beritajatim.com mencoba menghubngi salah satu Korwil Aremania di Kota Malang, yakni koorwil Aremania Stasiun Kota Baru, Tembel, pada Senin (31/1/2011) sore, pihaknya mengaku tak pernah dihubungi dan menerima undangan pertemuan tersebut.
"Di Aremania itu tak ada ketuanya. Undangan itu ditujukan kepada siapa. Saya tidak menerima. Dan yang jelas, saya pribadi tidak mau. Begitu juga Aremania lainnya. Saya tidak tahu kalau Aremania ada yang mau hadir. Monggo kalau ada Aremania yang mau hadir," katanya.
Tembel mengaku, pertemuan sejenis sudah sering dilakukan. Namun hasilnya nihil. "Malang-Subaya sudah sering melakukan pertemuan. Saat pak Da'i Bakhtiar jadi Kapolda Jatim, sudah pernah ada pertemuan. Tapi tak ada hasilnya. Apalagi yang menggelar pertemuan sekelas Polresta," katanya.
Yang sulit untuk berdamai itu, aku Tembel, pada ditingkat grass root. "Yang jelas, secara pribadi, saya tidak terima. Sebaiknya tak usah pertemuan, namun, masing-masing suporter harus melakukan evaluasi diri. Persikmania, harus belajar sama Deltamania, yang saat ini sudah berdamai dengan Aremania. Dulu bermusuhan, kenapa sekarang bisa damai," katanya.
Dulu, kata Tembel, Aremania sudah berupaya untuk berdamai dengan Persikmania. Namun, Persikmania yang tetap menganggap Aremania musuh. Padahal, pada pembakaran Stadion Brawijaya oleh Aremania pada Liga Indonesia, Januari 2007 silam, Aremania hanya brutal di dalam stadion, tidak melakukan kerusuhan di luar stadion.
Yang terpenting, kata Tembel, masing-masing suporter itu sama-sama menghilangkan provokasi. "Misalnya, saat mau masuk ke Kediri, ada spanduk bertuliskan 'Kediri Kuburan Aremania'. Provokasi seperti itu harus ditiadakan," harapnya.
Tidak usah pertemuan tersebut, pertemuan yang digagas oleh suporter Indonesia, tambah tembel, seperti menggelar Jambore suporter Indonesia di Bogor, dan pertemuan lainnya, hasilnya masih saja nihil.
"Yang jelas, Aremania menolak pertemuan itu. Dan lagi, ngapain ada Bonek segala. Kasus pelemparan di Kediri itu bukan dengan Bonek. Ngapain melibatkan Bonek segala. Mari masing-masing suporter evaluasi diri. Persikmania harus banyak belajar ke Deltamania," ujarnya. [ain/kun]
NB : AREMANIA SUPORTER MUNAFIK SEDUNIA KATANYA SIH CUMA KATANYA SUPORTER CINTA DAMAI DAN TERBAIK DI INDONESIA KAMI GAK AKAN BERDAMAI SAMA SUPORTER MUNAFIK NAJIS COK.
opini perdamaian bonek vs pasoepati & ultras 1923
memanasnya rivalitas suporter saat ini sudah mulai menggema...setelah kejadian di lamongan dan menewaskan LA mania karena sweeping oleh LA mania kemarin pada pemberangkatan BONEK untuk mendukung persebaya 1927 dalam laga lanjuta liga primer indonesia..dam kepulanagan BONEK yang lewat jalur selatan dan tetap di serang di solo..entah itu diserang oleh pasoepati atau warga solo sendiri ataupun oknum kita masih belum tahu siapa mereka yang melempar BONEK.
dan seiring waktu berjalan..ada selentingan bahwa ada ikrar perdamaian antara BONEK dengan pasoepati ataupun ultras 1923, perlu di ketahui ikrar perdamaian tidak semudah membalikan telapak tangan..pasti ada pro dan kontra..karena di kedua belah pihak pasti telah terjatuh korban...dan itu tergantung dari masing masing individu ataupun kelompok.
sebenarnya ada hikmah dari perdamaian dengan pasoepati ataupun ultras 1923 karena jalur kita BONEK selalu melewati jalur selatan dan pastinya lewat solo kalo tour ke bandung maupun ke daerah2 lain di jawa barat. tapi kita kembalikan kepada saudara-saudara kita BONEK yang lain yang telah menjadi korban atasa kebiadaban mereka(pasoepati/warga solo) ketika waktu dulu bonek berangkat dan pulang ke bandung telah di lempar dengan batu ataupun bom molotov kereta yang di tumpangi BONEK.memang BONEK tidak pernah ada kata takut untuk melewati daerah lawan,tapi apakah selamanya harus berjatuhan korban ketika bonek melewati jalur2 musuh.
ada kata bahwa kita boleh berdamai dengan siapa saja asal jangan dengan arema dan the jak, berarti dari kata tersebut apakah kita bisa berdamai dengan pasoepati ??
biarkanlah perdamaian seperti air mengalir seperti apa yang dikatakan dulu sama salah satu panglima bonek liar kepada saya dulu. karena menurut beliau perdamaian tidak bisa di paksakan..pastilah suatu saat akan di temukan jalan perdamaian, contohnya dulu BONEK dengan bobotoh bandung dan suporter semarang (panser/snex) yang dahulu juga pernah menjadi musuh bebuyutan BONEK..tapi sekarang antara BONEK dengan bobotoh bandung ataupun panser/snex menjadi saudara yang satu hati satu nyali.."cetus beliau.
untuk itu kita kembalikan lagi kepada saudara jika anti ada ikrar perdamaian dengan pasoepati maupun ultras 1923 setujukah anda dulur ???
dan seiring waktu berjalan..ada selentingan bahwa ada ikrar perdamaian antara BONEK dengan pasoepati ataupun ultras 1923, perlu di ketahui ikrar perdamaian tidak semudah membalikan telapak tangan..pasti ada pro dan kontra..karena di kedua belah pihak pasti telah terjatuh korban...dan itu tergantung dari masing masing individu ataupun kelompok.
sebenarnya ada hikmah dari perdamaian dengan pasoepati ataupun ultras 1923 karena jalur kita BONEK selalu melewati jalur selatan dan pastinya lewat solo kalo tour ke bandung maupun ke daerah2 lain di jawa barat. tapi kita kembalikan kepada saudara-saudara kita BONEK yang lain yang telah menjadi korban atasa kebiadaban mereka(pasoepati/warga solo) ketika waktu dulu bonek berangkat dan pulang ke bandung telah di lempar dengan batu ataupun bom molotov kereta yang di tumpangi BONEK.memang BONEK tidak pernah ada kata takut untuk melewati daerah lawan,tapi apakah selamanya harus berjatuhan korban ketika bonek melewati jalur2 musuh.
ada kata bahwa kita boleh berdamai dengan siapa saja asal jangan dengan arema dan the jak, berarti dari kata tersebut apakah kita bisa berdamai dengan pasoepati ??
biarkanlah perdamaian seperti air mengalir seperti apa yang dikatakan dulu sama salah satu panglima bonek liar kepada saya dulu. karena menurut beliau perdamaian tidak bisa di paksakan..pastilah suatu saat akan di temukan jalan perdamaian, contohnya dulu BONEK dengan bobotoh bandung dan suporter semarang (panser/snex) yang dahulu juga pernah menjadi musuh bebuyutan BONEK..tapi sekarang antara BONEK dengan bobotoh bandung ataupun panser/snex menjadi saudara yang satu hati satu nyali.."cetus beliau.
untuk itu kita kembalikan lagi kepada saudara jika anti ada ikrar perdamaian dengan pasoepati maupun ultras 1923 setujukah anda dulur ???
memanasnya rivalitas suporter saat ini sudah mulai menggema...setelah kejadian di lamongan dan menewaskan LA mania karena sweeping oleh LA mania kemarin pada pemberangkatan BONEK untuk mendukung persebaya 1927 dalam laga lanjuta liga primer indonesia..dam kepulanagan BONEK yang lewat jalur selatan dan tetap di serang di solo..entah itu diserang oleh pasoepati atau warga solo sendiri ataupun oknum kita masih belum tahu siapa mereka yang melempar BONEK.
Langganan:
Postingan (Atom)
