Powered By Blogger

Senin, 31 Januari 2011

Jaya Hartono Tak Takut Meski Diancam PSSI

Bola.net - Pelatih Persik Kediri ,Jaya Hartono, mengaku tetap siap mendampingi tim ini bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI), dan tidak takut dengan sanksi pencabutan lisensi kepelatihannya oleh PSSI.
"Apapun risikonya, saya akan tetap melatih Persik Kediri. Keputusan Ketua Umum mendaftarkan Persik Kediri ke LPI sudah benar," katanya di Kediri, Sabtu sore.
Ia mengaku mendukung rencana manajemen untuk bergabung ke LPI. Keputusan ini dinilainya untuk membangun klub yang berjuluk "Macan Putih" ini menjadi tim yang lebih baik, dan benar-benar profesional.
Pihaknya juga menampik jika dikatakan telah berkhianat dengan PSSI yang selama ini menjadi induk organisasi sepak bola di Indonesia. Ia mengatakan pengabdiannya selama ini kepada PSSI sudah cukup lama, hingga 11 tahun.
Pengabdiannya yang cukup lama itu dinilainya cukup. Jika keputusannya untuk tetap melatih Persik yang berencana bergabung ke LPI adalah bentuk tanggung jawab pada klub yang pernah diantarkannya menjadi juara dalam ajang Liga Super Indonesia.
Manajemen Persik Kediri berencana pindah ke LPI, menyusul "saudara tuanya" Persebaya 1927 dan Persema Malang yang lebih memilih bergabung dulu ke LPI. Secara kesempatan sendiri, saat ini Persik masih "fifty-fifty".
Keputusan hijrahnya tim kebanggaan Kota Kediri ini lebih disebabkan masalah anggaran yang dinilai cukup membantu Persik. Terlebih lagi, pemerintah berencana untuk membuat aturan yang tidak memperbolehkan penggunaan APBD untuk klub sepak bola profesional.
Ketua Umum Persik Samsul Ashar menyatakan, untuk keputusan positif atau tidaknya Persik bergabung ke LPI akan dilakukan pekan depan. Saat ini, manajemen Persik sudah mengirimkan surat formulir keikutsertaannya ke LPI.
Rencana mengikuti LPI ternyata juga mendapat dukungan dari para suporter. Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik Kediri Hanif mengaku para suporter tidak keberatan jika klub yang mereka banggakan bergabung dengan LPI.
"Kami tetap mendukung di manapun Persik bermain. Jika memang ke LPI, kami tidak keberatan, karena Persik juga kebanggaan kami," ujar Hanif.

Minggu, 30 Januari 2011

Jaya Hartono Dukung Persik ke LPI

INILAH.COM, Kediri - Pelatih Persik Kediri Jaya Hartono menegaskan timnya tetap akan bergabung bersama LPI. Dia juga tak takut ancaman PSSI yang berencana mencabut lisensi kepelatihannya.
Rencana pemerintah untuk menghentikan kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk klub sepak bola membuat Persik Kediri harus berpikir keras mempertahankan eksistensinya. Meski PSSI berjanji akan memberikan kucuran dana Rp2 miliar untuk klub yang bermain di Liga Super Indonesia (LSI) dan Rp300 juta untuk klub Divisi Utama, Macan Putih belum sepenuhnya yakin janji tersebut bakal terwujud.
Karenanya, Persik pun mulai melirik LPI, yang menawarkan pembinaan klub sepak bola secara profesional dan bantuan dana Rp 20 Miliar di musim perdana untuk mengawalinya.
Namun, kini niat Persik untuk hijrah ke LPI menuai ancaman dari PSSI. Badan tertinggi sepakbola Indonesia itu mengancam akan mencabut lisesnsi kepelatihan sang pelatih Persik, Jaya Hartono.
Tetapi, Jaya Hertono mengaku tak takut. Dia juga menambahkan sebagai seorang pelatih profesional, dirinya akan terus mematuhi keputusan ketua umum Persik Samsul Anshar.
"Apapun risikonya, saya akan tetap melatih Persik Kediri. Menurut saja keputusan Ketua Umum mendaftarkan Persik Kediri ke LPI adalah sudah benar," kata Jaya Hartono, Sabtu (29/1/2011).
Terakhir, Pelatih yang pernah ikut mengantarkan tim Persik Kediri juara satu kali dalam ajang Indonesia Super League (ISL) itu menjelaskan bergabungnya Persik Kediri ke LPI semata-mata untuk membangun persepakbolaan di kediri.

Peluang Persik ke LPI Masih 50:50

TEMPO Interaktif, Kediri - Ketua Umum Persik Kediri Samsul Ashar sangat berharap tim verifikasi Liga Premium Indonesia (LPI) bisa mengakomodasi timnya. Peluang Persik saat ini masih fifty - fifty.

Samsul mengatakan, Persik tengah berjuang keras agar bisa lolos mengikuti kompetisi LPI. Harapan itu disampaikan kepada tim verifikator LPI yang saat ini tengah melakukan verifikasi lapangan di Stadion Brawijaya. “Mulai kemarin tim LPI telah meninjau lapangan,” kata Samsul, Jumat (28/1).

Samsul yang juga Wali Kota Kediri mengaku khawatir dengan peluang Persik untuk bisa bergabung di LPI. Alasannya, saat ini banyak tim-tim lain yang bermunculan untuk bergabung ke liga yang diprakarsai pengusaha Arifin Panigoro tersebut. “Peluang Persik masih fifty – fifty,” katanya.

Saat ini seluruh pengurus dan manajemen Persik tengah mempersiapkan diri untuk liga tersebut. Bahkan beberapa pengurus, termasuk manajer, telah berkomunikasi dengan pengurus LPI. Malam nanti Samsul Ashar akan menggelar rapat pengurus dan manajemen untuk mendengar perkembangan usaha mereka.

Samsul juga meminta manajemen untuk memberikan penjelasan kepada para pemain asing Persik. Sebab hingga saat ini mereka masih kebingungan dengan keputusan yang akan diambil pengurus. “Mereka mempertanyakan kelangsungan LPI ke depan,” kata Samsul.

PSSI sendiri tidak akan ditinggalkan Persik begitu saja. Untuk tim U-18 dan U-21 masih akan diikutsertakan pada organisasi tersebut dengan subsidi APBD. Hal ini untuk menjaga kelangsungan regenerasi sepak bola yang telah dirintis puluhan tahun silam.

Menariknya, Samsul juga berencana untuk menggabungkan Persik dengan Persedikab Kabupaten Kediri. Wacana tersebut sudah disampaikan kepada kubu Persedikab beberapa waktu lalu dan mendapat respon positif. “Namanya bisa saja Kediri United,” katanya.

Suporter Dukung Persik Gabung LPI

REPUBLIKA.CO.ID,KEDIRI - Ketua Forum Suporter Persik Kediri, Hanif, mengaku mendukung rencana manajemen untuk pindah ke LPI. Suporter akan tetap mendukung Persik di manapun mereka bermain.
"Kami tetap mendukung di manapun Persik bermain. Jika memang ke LPI, kami tidak keberatan karena Persik kebanggaan kami," ujar Hanif.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, juga mendukung langkah Persik bergabung dengan LPI. Persik mengikuti jejak dua klub Jawa Timur lainnya, Persebaya 1927 dan Persema Malang, yang lebih dulu memilih bergabung ke LPI.
"Klub yang sehat itu tidak menggunakan dana APBD. Kami berharap LPI menjadi inspirasi karena semakin banyak kompetisi juga semakin bagus," ucapnya.
Dia menilai keberadaan LPI sebenarnya menguntungkan publik karena mereka bisa memilih menonton pertandingan. Masyarakat bisa selektif dan menilai kompetisi yang sedang berlangsung tersebut.
Namun, pihaknya juga masih khawatir dengan sikap para suporter yang dinilai kadang terlalu fanatik. Kejadian tewasnya suporter di Lamongan pekan lalu menjadikan pelajaran tersendiri, sehingga harus ada saling pengertian.

Wacana Pembagian Saham, Nurdin Dianggap Sogok Klub

Sabtu, 29 Januari 2011 07:49:14 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Wacana memberikan 99 persen saham PT Liga Indonesia kepada klub superliga menjadi bahan tertawa bagi Komisaris Utama Persebaya, Saleh Ismail Mukadar.

Menurut Saleh, ada maksud khusus dibalik rencana ini. Selama ini, 95 persen saham PT Liga memang menjadi milik PSSI. Sedangkan sisanya menjadi milik yayasan.

Tapi entah kenapa, dalam Kongres di Bali lalu, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menghembuskan wacana jika prosentase saham akan diubah menjadi 99 persen klub dan 1 persen PSSI.

Menurut CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono, Besarnya profit sharing akan disesuaikan prestasi klub di liga, bukan dari besarnya penyertaan modal.

Tak heran, muncul anggapan PSSI dalam keadaan panik, sehingga memunculkan wacana yang sebelumnya sudah dikembangkan dan dijalankan di Liga Primer Indonesia.

Selain dianggap menjiplak, Saleh Mukadar mencium aroma kebusukan dari wacana yang digulirkan Nurdin Halid ini. Menurutnya, pembagian saham tak ubahnya satu dari sekian banyak penipuan yang dilakukan Nurdin.

"Ini tak ubahnya uang sogok untuk milih dia lagi. Kedoknya bagi saham. Ini penipuan lagi kan," ucap Saleh.

Ucapan Saleh cukup beralasan. Sebab wacana ini disampaikan Nurdin beberapa bulan sebelum pelaksanaan Kongres Pemilihan Pengurus PSSI 2011-2015 yang bakal digelar di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, 19 Maret mendatang.[sya/ted]